Keluarga Berangkulan Ditemukan di Reruntuhan Longsor Pasirlangu

- Senin, 26 Januari 2026 | 16:48 WIB
Keluarga Berangkulan Ditemukan di Reruntuhan Longsor Pasirlangu

Sabtu dini hari yang kelam di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, berubah menjadi tragedi. Longsor menerjang, dan hingga Senin pagi (26/1), korban jiwa yang berhasil dikonfirmasi mencapai 17 orang. Angka itu mungkin belum final.

Di tengah reruntuhan dan lumpur, tim evakuasi menemukan pemandangan yang mengharu biru. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan ada korban yang ditemukan tewas dalam keadaan saling berangkulan.

"Ada satu keluarga di sini yang menyatakan bahwa ada sembilan keluarga yang bersangkutannya tertimbun," ujar Hendra, mengawali penjelasannya.

Ia kemudian melanjutkan dengan suara yang lebih rendah.

"Dari yang masuk tadi itu ada tiga satu keluarga ya dengan bapak, ibu, dan satu anaknya, dengan kondisi ditemukan dalam keadaan berangkulan, ya."

"Berangkulan dan satu rumah di situ, dan kita berhasil evakuasi, dan inilah yang kita dapatkan, dua bapak-ibu sudah kita identifikasi," tambahnya.

Identitas korban yang berangkulan itu sendiri masih diselidiki. Namun, BNPB sebelumnya telah merilis daftar nama beberapa korban yang telah teridentifikasi. Di antaranya adalah Nurhayati (±50 tahun), Sunarya Chandra (±50 tahun), Nining, Jajang Taryana, Dadang Ajung, dan Lina Liemayanti (±43 tahun).

Duka ternyata tidak hanya menyentuh warga sipil.

Di sisi lain, KSAL Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa bencana ini juga merenggut korban dari kalangan TNI. Sebanyak 23 anggota Marinir yang sedang bertugas dalam rangka Pengamanan Perbatasan RI-PNG menjadi korban longsor.

"Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia," kata Ali saat menyampaikan laporan di DPR, Senin lalu.

Kabut masih menyelimuti lereng yang longsor. Pencarian dan evakuasi terus berlangsung, sementara duka telah menyatu dengan tanah basah di Pasirlangu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar