Kondisi banjir di Ibu Kota pagi ini menunjukkan perbaikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul enam pagi tadi, wilayah yang masih tergenang menyusut menjadi 19 Rukun Tetangga. Angka itu turun dari data sebelumnya.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 19 RT tergenang,"
demikian bunyi keterangan resmi yang mereka rilis pada Minggu (25/1).
Meski berkurang, genangan masih tersebar di beberapa titik. Jakarta Timur dan Jakarta Barat jadi wilayah yang paling banyak terdampam. Ketinggian airnya pun beragam, ada yang baru sepergelangan kaki, ada pula yang sudah menyentuh dada orang dewasa.
Di Jakarta Barat, laporan menyebutkan tiga RT terdampak. Dua di Kembangan Utara dan satu di Kembangan Selatan. Penyebabnya kombinasi hujan deras dan luapan Kali Angke, dengan air setinggi 30 hingga 40 sentimeter.
Namun begitu, situasi terparah justru terjadi di seberang kota. Jakarta Timur masih menanggung beban terbesar dengan 15 RT yang terendam. Kawasan seperti Bidara Cina dan Kampung Melayu paling menderita, dengan ketinggian air yang fantastis, mencapai 110 hingga 140 sentimeter. Ciliwung yang meluap ditambah hujan tinggi menjadi biang keroknya. Sementara itu, di Cawang dan Cililitan, genangan relatif rendah, sekitar 20 cm, meski tetap mengganggu.
Jakarta Utara juga tak sepenuhnya lolos. Satu RT di Kapuk Muara masih terendam air setinggi 40 cm akibat curah hujan yang tinggi.
Dampak nyatanya, ratusan warga terpaksa mengungsi. Mereka mencari perlindungan di sejumlah titik pengungsian yang disiapkan. Di Jakarta Barat, warga Rawa Buaya, Kembangan, dan Duri Kosambi memadati sejumlah masjid, musala, balai warga, bahkan beberapa sekolah dasar. SDN 07 Rawa Buaya, contohnya, menampung tidak kurang dari 230 jiwa dari 65 kepala keluarga.
Kondisi serupa terlihat di timur. Aula kelurahan, gedung serbaguna, masjid, dan sekolah di daerah Cawang, Bidara Cina, serta Kampung Melayu dipenuhi pengungsi. SDN Kampung Melayu 01 dan 02 menjadi tempat berlindung sementara bagi 250 jiwa.
Di utara, warga Kapuk Muara berkumpul di sekitar Gang Masjid Nurul Jannah. Sementara petugas terus berjaga dan memantau perkembangan kondisi, harapan semua pihak tentu agar air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Dua Orang, Puluhan Luka-Luka
PSM Makassar Takluk 2-0 dari Bali United Usai Kartu Merah di Babak Pertama
Tabrakan Frontalka Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total
Harga Minyak Goreng Meroket, INDEF Ungkap Lonjakan Biaya Plastik Kemasan Ikut Jadi Pemicu