Di tengah kesedihan, ada sedikit kabar baik: 23 orang berhasil diselamatkan. Namun, dampaknya luas. Sekitar 113 jiwa dari 34 kepala keluarga merasakan langsung ganasnya bencana itu. Jumlah rumah yang hancur atau rusak berat masih terus dihitung petugas di lapangan.
Upaya tanggap darurat sudah berjalan. BPBD setempat langsung turun melakukan asesmen awal dan kaji cepat. Pencarian korban pun digenjot. Situasinya memang genting. Nyatanya, Kabupaten Bandung Barat sudah lebih dulu berstatus siaga darurat bencana untuk ancaman banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Status itu berlaku sejak Oktober tahun lalu hingga April mendatang.
Tak hanya di tingkat kabupaten. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sudah mengantisipasi musim penghujan dengan menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak pertengahan September 2025.
“Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat,”
tutup Abdul, menggarisbawahi bahwa pekerjaan tim di lapangan masih panjang.
Artikel Terkait
Bareskrim Sita Bukti Triliunan Rupiah Usai Geledah Kantor PT DSI
Tanah Longsor Cisarua: 10 Tewas, 82 Warga Masih Dicari di Tengah Hujan Deras
Jakarta Berangsur Pulih, Satu Titik Banjir Masih Bertahan di Kembangan
Longsor Cisarua Tewaskan 10 Orang, 82 Masih Dinyatakan Hilang