Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:18 WIB
Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam

Hujan deras yang mengguyur Bekasi sejak Jumat lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sejumlah kejadian hidrometeorologi, mulai dari banjir dan genangan yang meluas, pohon tumbang, hingga satu kasus tanah longsor. Semua ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai angin kencang.

Kondisi di sejumlah wilayah masih terdampak dan sedang ditangani petugas. Menurut Idham Khalid, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, timnya sudah dikerahkan sejak dini.

“Sejak pagi hingga sore hari, hujan dengan intensitas sedang sampai deras menyebabkan genangan di beberapa kecamatan, satu kejadian pohon tumbang, atap rumah roboh, serta satu titik longsor di wilayah Jatiasih. Tim BPBD telah kami kerahkan untuk melakukan asesmen dan penanganan,”

kata Idham dalam keterangannya, Sabtu (24/1).

Dari data yang dihimpun, kejadian ini tersebar di delapan kecamatan. Genangan air muncul dengan ketinggian yang bervariasi, dari yang ringan hingga yang cukup parah.

Di Bekasi Selatan, misalnya, pohon tumbang terjadi di Pekayon Jaya. Sementara itu, genangan merendam Perumahan Pondok Timur Mas dan Puri Permatasari dengan ketinggian 10 hingga 50 sentimeter. Untuk mengatasinya, petugas mengerahkan pompa dari BBWS Ciliwung-Cisadane dan kecamatan.

Laporan lain datang dari Medan Satria. Sebuah atap rumah roboh di Jalan Kaliabang Nangka, dan genangan setinggi 50 sentimeter terjadi di Rawa Bakti. Tidak jauh dari sana, di Bekasi Timur, Kelurahan Aren Jaya terendam air setinggi 40-70 cm.

Bekasi Barat mengalami genangan yang cukup dalam. Di Kompleks Mas Naga, air mencapai 60-120 sentimeter, sementara di Perumahan Duta Kranji dan Jalan Bintara I, ketinggiannya berkisar antara 40 hingga 100 sentimeter.

Di sisi lain, Mustika Jaya juga tak luput. Perumahan Pondok Timur Indah dan Kota Baru Cimuning dilaporkan tergenang 20-30 cm.

Namun begitu, kejadian yang cukup mengkhawatirkan adalah longsor di Jatiasih. Material tanah sepanjang sekitar lima meter longsor di tebing Kali Cakung, tepatnya di Perumahan Pesona Wahana Jatisari.

Sementara itu, dua kecamatan lain juga ikut terdampak. Bekasi Utara melaporkan genangan di Jalan Penggilingan Baru (30-50 cm), dan Rawalumbu mengalami banjir cukup dalam di Perumahan Pondok Hijau Permai, dengan ketinggian air mencapai 70-120 sentimeter.

Menanggapi situasi ini, BPBD telah mengerahkan tujuh tim ke lapangan. Fokusnya jelas: penanganan darurat, evakuasi, dan distribusi bantuan.

“Fokus kami saat ini adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan. Puluhan warga telah dievakuasi dari sejumlah kecamatan ke lokasi yang lebih aman,”

tegas Idham.

Beberapa titik pengungsian pun dibuka. Warga mengungsi di Aula Kelurahan Kali Baru, Masjid At Taqwa, Musala Al Falah, serta beberapa lokasi lain di Bekasi Barat dan Kota Baru. Total, ada 136 kepala keluarga yang terdampak. Bantuan logistik juga sudah mulai didistribusikan ke wilayah-wilayah seperti Bekasi Selatan, Utara, Timur, dan Medan Satria.

Di akhir pernyataannya, Idham mengingatkan warga untuk tetap siaga. Potensi genangan susulan, pohon tumbang, atau longsor masih mungkin terjadi.

“Kami mengimbau warga di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas setempat atau BPBD Kota Bekasi,”

tutupnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar