Kalimat itu selalu muncul di akhir. Setiap kali Abu Ubaidah, sang juru bicara Brigade Al-Qassam, muncul di layar untuk membahas Operasi "Banjir Al-Aqsa", ia akan menutup pidatonya dengan kalimat yang sama. Sebuah penegasan. Bukan sekadar kata-kata, tapi intisari dari perjuangan yang mereka jalani.
"Ini adalah jihad untuk meraih kemenangan atau mati syahid."
Atau dalam bahasa Arabnya, yang lebih sering terdengar lantang dari rekaman-rekaman itu:
إنه لجهاد نصر أو استشهاد
Maknanya jelas. Hanya ada dua akhir bagi jalan ini, dan keduanya dianggap mulia. Menang, atau gugur sebagai syahid. Titik. Tidak ada pilihan ketiga yang perlu dibahas.
Nah, video di atas ini dirilis baru-baru ini oleh Al-Qassam. Ini jadi pernyataan pertama mereka setelah kabar duka tentang syahidnya Abu Ubaidah sendiri beredar. Isinya? Justru menguatkan kembali pesan sang juru bicara yang sudah tiada itu.
Lebih dari itu, video tersebut seolah ingin menegaskan sebuah prinsip dalam tubuh Hamas dan sayap militernya. Prinsipnya sederhana tapi berat: para pemimpin harus berada di garis terdepan. Mereka yang mempersembahkan syuhada pertama kali, baru kemudian diikuti oleh para prajuritnya.
Jadi, pesan terakhir Abu Ubaidah itu bukan cuma slogan. Ia seperti warisan, sebuah mantra yang terus bergema, mengingatkan semua pihak tentang hakikat perjuangan yang mereka klaim.
Artikel Terkait
PDAM Makassar Matikan Aliran Air 24 Jam di 17 Wilayah Akibat Perbaikan Pipa Bocor
Polisi: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD di Makassar Kecanduan Film Porno dan Narkoba
Gempa M 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Justin Hubner Ternyata Berdarah Makassar, Foto Prewedding dengan Jennifer Coppen Pakai Busana Adat Bugis Curi Perhatian