Jakarta Terendam: Kisah Gerobak Penyelamat hingga Duka di Balik Genangan

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:30 WIB
Jakarta Terendam: Kisah Gerobak Penyelamat hingga Duka di Balik Genangan

Korban, Said Asra (52), diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah melintasi jalan yang tergenang banjir. Saat itu, sekitar pukul 17.30 WIB, genangan air masih menutupi sebagian besar jalan.

Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, menjelaskan kondisi tersebut sangat berbahaya.

"Korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh. Jenazah langsung dievakuasi," ujarnya.

Meski kerusakan motornya terbilang ringan, benturan tubuh dengan aspal diduga menjadi penyebab kematian. Kasus ini kembali menyoroti betapa berbahayanya berkendara di jalan yang terendam, di mana jarak pandang dan kendali kendaraan sangat terbatas.

Pernyataan Gubernur: Masalah Klasik yang Tak Kunjung Usai

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan Jakarta langganan banjir? Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui ada persoalan klasik yang terus berulang. Selain cuaca ekstrem, kebiasaan buruk warga dan pembangunan liar ikut memperparah keadaan.

"Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai. Itu yang sebenarnya sudah enggak boleh lagi," tegas Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (23/1).

Ia menyebut, pemerintahannya kini mulai mengambil langkah yang sebelumnya terbengkalai, seperti normalisasi sungai. Proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama disebutnya sebagai bagian dari solusi jangka menengah dan panjang.

Tragedi di Tengah Kemacetan: Pria Meninggal dalam Mobil

Banjir tak hanya menenggelamkan jalan, tapi juga membawa tragedi tersendiri. Di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, seorang pria berinisial AR (51) ditemukan meninggal di dalam mobilnya pada Kamis (22/1). Saat itu, arus lalu lintas macet parah akibat genangan air.

Korban diduga meninggal karena sakit. Awalnya, seorang pemilik bengkel curiga melihat sebuah mobil tak bergerak di tengah kemacetan. Petugas lalu lintas yang dihubungi kemudian mendatangi mobil itu.

"Mobil didorong tapi ternyata direm tangan," kata AKP Alex Tengbunan dari Polsek Grogol Petamburan.

Setelah dibuka, AR ditemukan sudah tak bernyawa. Kejadian ini bagai gambaran suram dari sebuah kota yang sedang berjuang melawan air di mana bahaya bisa mengintai bahkan di balik kemacetan yang terlihat biasa saja.

Banjir mungkin perlahan akan surut. Tapi cerita-cerita ini, dari yang mengharukan hingga yang memilukan, akan tetap tertinggal sebagai memori kolektif warga ibukota.


Halaman:

Komentar