tegas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam jumpa pers di Makassar.
Meski begitu, tugas Basarnas belum sepenuhnya berakhir. Syafii menjelaskan akan ada operasi kesiapsiagaan rutin. Artinya, jika ada laporan dari masyarakat tentang penemuan potongan tubuh, tim akan segera bergerak.
“Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu,”
imbuhnya. Potongan tubuh yang ditemukan nantinya akan diserahkan ke Tim DVI Polri.
Lantunan Quran dari Seorang Anak
Di antara korban yang gugur, ada Deden Maulana, pegawai KKP. Dalam upacara pelepasan jenazahnya di Jakarta, sebuah momen menyentuh hati terjadi. Asensio, putra Deden yang baru berusia 6 tahun, dengan tegar berdiri di depan jenazah ayahnya.
Dengan lantang dan lancar, ia melantunkan Surah Al-Insyirah. Suara kecilnya mengisi ruangan, mengajarkan tentang kelapangan hati dan kemudahan di balik kesulitan. Keluarga dan kerabat yang hadir tak sanggup menahan tangis, namun bocah itu menyelesaikan bacaannya dengan tenang.
Siapa Saja yang Ada di Pesawat?
Pesawat ATR 42-500 itu mengangkut sepuluh orang. Tujuh di antaranya adalah kru: Kapten Pilot Andy Dahananto, Kopilot Farhan Gunawan, Flight Operation Officer Hariadi, dua teknisi (Restu Adi P dan Dwi Murdiono), serta dua pramugari (Florencia Lolita dan Esther Aprilita S).
Sedangkan tiga penumpangnya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang dalam tugas: Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara), dan Yoga Noval (Operator Foto Udara). Mereka bertiga akan melakukan patroli kemaritiman di sekitar Makassar.
Artikel Terkait
Daan Mogot Kembali Normal, Genangan Setelah Hujan Deras Akhirnya Surut
Cek Kesehatan Gratis: 70 Juta Warga Terlayani, Tapi Sosialisasi Masih Jadi PR
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Mewas Dharmawangsa
Starmer Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar yang Hina Pengorbanan Pasukan NATO