ungkapnya.
Bagi yang dokumennya hilang atau tak lengkap, KBRI siap menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dukungan dari Jakarta pun mulai mengalir, baik berupa personel tambahan maupun peralatan yang dibutuhkan.
“Telah ada dukungan SDM tambahan dari Kementerian Luar Negeri, yang dalam waktu dekat juga akan diperkuat dengan dukungan SDM dan peralatan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (cq. Ditjen Imigrasi),”
tambah Santo.
Sementara itu, untuk WNI yang persyaratan dokumennya sudah komplit memegang paspor dan visa mereka didorong untuk pulang secara mandiri. Ini untuk mempercepat proses dan mengurangi penumpukan.
Di tengah situasi yang pasti menegangkan bagi warga yang terdampak, KBRI mengimbau kesabaran dan ketertiban. Prosesnya mungkin berliku, tetapi upaya maksimal terus dilakukan.
“KBRI akan melakukan yang terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,”
tutup Dubes Santo menegaskan komitmennya.
Artikel Terkait
Desa Adat Pallawa: Menyaksikan Transformasi dari Tradisi Kelam ke Warisan Budaya Toraja
PD Parkir Makassar Tegaskan Tarif Resmi Tak Naik Meski Ada Video Viral Jukir Minta Rp10 Ribu
Gunung Tambora Naik Status Jadi Waspada, Aktivitas Gempa Vulkanik Meningkat
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Jutaan per Gram