Setelah tujuh hari yang melelahkan, pencarian di Gunung Bulusaraung akhirnya mencapai titik akhir. Jumat lalu, dua korban terakhir dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan. Ini sekaligus menutup babak operasi penyelamatan di lokasi kejadian yang terpencil itu.
Medannya benar-benar berat. Cuaca di kawasan Pangkep, Sulawesi Selatan itu juga tak bisa ditebak, kadang cerah lalu tiba-tiba berkabut tebal. Namun begitu, tim gabungan yang dipimpin Letda Infanteri Sudirman dari Yonif 700/Wira Yudha Cakti terus bergerak. Mereka adalah gabungan dari TNI, Basarnas, dan warga setempat yang tak kenal lelah.
Mereka mengerahkan apa saja yang dimiliki, dari tenaga prajurit hingga alutsista, untuk menjangkau setiap sudut. Tujuannya satu: menemukan dan membawa pulang semua korban.
Artikel Terkait
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite
Modus Oplos Gas Elpiji di Semarang Rugikan Negara Rp10 Miliar
Bareskrim Beberkan Kerugian Rp 2,4 Triliun dalam Kasus Dana Syariah Indonesia
Dito Ariotedjo Buka Suara soal Asal-Usul Kuota Haji Tambahan Usai Diperiksa KPK