MBG vs McDonalds: Membandingkan Anggaran Negara dengan Laba Korporasi di Panggung Davos

- Jumat, 23 Januari 2026 | 13:20 WIB
MBG vs McDonalds: Membandingkan Anggaran Negara dengan Laba Korporasi di Panggung Davos

Logical Fallacy MBG

✍🏻 Arsyad Syahrial

Entah siapa yang menyusun naskah pidato itu, tapi bagi siapapun yang pernah mengenyam bangku kuliah ekonomi, isinya terasa sangat menggelikan. Sungguh.

Mari kita lihat di mana letak kekeliruannya saat membandingkan MBG dengan McDonald's.

1. Sumber Dana dan Risiko yang Berbeda

Coba pikirkan McDonald's. Itu perusahaan swasta. Ekspansinya digerakkan oleh modal sendiri, pinjaman bank, atau dana investor yang mengharapkan return. Setiap gerai baru adalah taruhan finansial. Kalau gagal menarik pembeli, ya tutup. Mereka bangkrut.

MBG? Itu program publik. Dananya berasal dari APBN, alias uang pajak kita semua. Skala dan kecepatannya tidak ditentukan oleh "permintaan pasar", melainkan oleh keputusan politik dan seberapa besar anggaran yang disediakan negara. Di sini tidak perlu mencari "pembeli", yang ada adalah "penerima" yang sudah ditentukan dari awal.

Dan inilah masalah besarnya: akuntabilitas. McDonald's kalau kualitasnya jeblok, langsung dihukum pasar. Sementara program pemerintah yang inefisien? Seringkali tetap hidup, bertahan karena alasan-alasan di luar efisiensi.

2. Mekanisme Pertumbuhan: Pasar vs Negara

Membandingkan kecepatan ekspansi McD yang butuh puluhan tahun dengan MBG yang hanya setahun? Itu mengabaikan begitu banyak hal. McD harus membangun segalanya dari nol: infrastruktur, rantai pasok, merek. Mereka harus bertarung di ratusan pasar dengan regulasi berbeda dan menghadapi kompetitor langsung setiap hari.


Halaman:

Komentar