PSM Makassar Hadapi Persita dalam Duel Penuh Tekanan di Liga Super 2025/2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:30 WIB
PSM Makassar Hadapi Persita dalam Duel Penuh Tekanan di Liga Super 2025/2026

MAKASSAR Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare bersiap menyambut PSM Makassar lagi. Tapi suasana malam Senin ini terasa lain. Bukan cuma soal perebutan tiga angka, ini lebih tentang usaha bangkit dari keterpurukan yang perlahan mengikis mental juara.

Lawan mereka adalah Persita Tangerang, duel pekan ke-24 Liga Super 2025/2026. Di atas kertas, ini laga biasa. Tapi coba lihat lebih dalam: kedua tim ini sama-sama limbung, kehilangan pijakan, dan amat sangat butuh kemenangan.

Buat PSM, pertemuan ini seperti diingatkan pada kenangan pahit. September tahun lalu di Banten, mereka tumbang 1-2 dari Persita. Lucas Dias sempat bikin gol spektakuler dari jarak jauh untuk menyamakan kedudukan, memberi secercah harapan. Tapi semua buyar oleh dua penalti yang dieksekusi sempurna Eber Bessa dan Pablo Ganet.

Nah, sekarang ceritanya beda.

Lucas Dias, sang penyelamat kala itu, sudah tak ada. Peran itu kini coba diemban Sheriddin Boboev. Pemain asal Tajikistan itu bukan sekadar pengganti; dia jadi simbol harapan baru di tengah masalah paling pelik PSM: kekeringan gol.

Bayangkan, dalam sembilan laga terakhir, mereka cuma menang sekali. Lebih parah lagi, hanya empat gol yang berhasil dicetak. Angka yang sangat minim untuk tim sekelas Juku Eja.

Pelatih Tomas Trucha jelas dihadapkan pada teka-teki. Harus hati-hati, tapi juga terdesak kebutuhan mendesak untuk meraih poin penuh.

Di sisi lain, tekanan juga menghantui tamu. Persita datang dengan kondisi yang tak kalah suram. Performa mereka anjlok drastis di putaran kedua. Enam laga terakhir cuma dihiasi satu kemenangan. Serangan mereka tumpul, cuma cetak tiga gol dalam periode itu, bahkan sempat empat laga tanpa gol sama sekali. Pelatih Carlos Pena pasti pusing.

Klasemen? PSM nangkring di posisi 13 dengan 23 poin, cuma selisih lima angka dari jurang degradasi. Setiap laga sekarang ibarat final. Ironisnya, kandang sendiri pun belum jadi solusi. Dari 11 pertandingan di Gelora BJ Habibie, cuma dua kemenangan yang bisa dipetik. Statistik itulah yang bikin was-was tak kunjung hilang.

Jadi, duel nanti kemungkinan besar akan berlangsung hati-hati. Dua tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri, sama-sama takut salah langkah.

Secara taktik, PSM kemungkinan tetap main 4-3-3. Boboev di ujung tombak, didukung Rizky Eka Pratama dan Luka Cumić. Sementara Persita mungkin pakai 4-2-3-1, mengandalkan Rayco Rodriguez sebagai pengatur serangan dan Matheus Alves sebagai finisher.

Jangan berharap banyak gol. Laga ini lebih mungkin jadi permainan catur, penuh kalkulasi, di mana satu blunder kecil bisa berakibat fatal.

Buat PSM, menang artinya napas lega dan jarak aman dari zona merah. Buat Persita, tiga poin adalah cara menghentikan laju kemerosotan yang mengancam musim mereka.

Di balik semua analisis itu, sorotan utama tetap pada Sheriddin Boboev. Mampukah dia menjadi pembeda seperti yang dulu dilakukan Lucas Dias? Atau justru tekanan besar ini akan membuat PSM kembali gagal mencetak gol?

Pertandingan ini lebih dari sekadar duel papan tengah. Ini adalah pertarungan melawan keraguan diri masing-masing. Kick-off pukul 20.30 WIB nanti akan menjawabnya. Bisa disaksikan lewat layanan streaming.

Dan dalam situasi seperti ini, sepak bola seringkali tak ditentukan oleh taktik paling canggih. Tapi oleh siapa yang punya mental lebih kuat, lebih berani, dan lebih lapar akan kemenangan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar