Operasi pencarian di Gunung Bulusaraung akhirnya membuahkan hasil. Kamis lalu, tim gabungan SAR berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Lokasinya di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, medannya dikenal sangat berat.
Menurut siaran pers TNI yang sampai di Jakarta pada Jumat, temuan ini adalah puncak dari usaha yang sudah digelar sejak Sabtu pekan sebelumnya. Prosesnya panjang dan melelahkan.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, memberikan penjelasan.
“Penemuan keenam korban ini terjadi di hari keenam operasi. Wilayah pegunungan di sini tingkat kesulitannya sangat tinggi,” ujarnya.
Memang, tantangan di lapangan tidak main-main. Tim harus menghadapi medan terjal dan lereng yang curam. Belum lagi permukaan licin dan cuaca yang bisa berubah begitu cepat, benar-benar menguji.
Setelah melakukan penyisiran lanjutan di sekitar titik-titik sebelumnya, mereka akhirnya menemukan keenam jenazah itu. Kondisinya tersebar dalam radius kira-kira 50 meter dari lokasi awal. Yang bikin susah, posisinya berada sekitar 250 meter di bawah puncak gunung.
Dengan penemuan terbaru ini, total jenazah yang berhasil dievakuasi menjadi sembilan orang. Padahal, kita tahu pesawat ATR itu mengangkut sepuluh orang. Rinciannya, tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Satu korban lagi masih dicari. Upaya penyisiran tentu akan terus dilakukan, meski medan tak bersahabat.
Artikel Terkait
PSM Makassar Tunjuk Kembali Darije Kalezic sebagai Pelatih Kepala untuk Musim 2026/2027
Dosen UNM Diganjar 4,5 Tahun Penjara Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pembentukan ‘Wilayah Tengah’ di Libya Picu Gelombang Penolakan dan Kekhawatiran Disintegrasi
Presiden Panggil Chatib Basri ke Istana, Istana Bantah Terkait Isu Reshuffle Menkeu