Di ruang rapat Komisi VII DPR, sorotan justru mengarah ke dunia yang mungkin tak terduga: industri game online. Anggota dewan Muhammad Hatta secara khusus meminta Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, untuk serius menggarap potensi ini. Menurut Hatta, game buatan lokal bisa jadi motor penggerak ekonomi yang sangat kuat.
“Market game online di Indonesia ini luar biasa besarnya,” ucap Hatta dalam rapat kerja, Kamis (22/1).
Ia lalu menyebut contoh konkret. Coba lihat game seperti Mobile Legends atau Honor of Kings. Dari data yang ada, nilai pasarnya di Indonesia saja untuk satu game bisa mencapai 1 miliar dolar AS.
“Ini peluang yang sayang sekali kalau dilewatkan,” tambahnya.
Sayangnya, dari sekian banyak game yang ramai dimainkan anak muda Indonesia, hampir tak ada satu pun yang benar-benar lahir dari kreativitas lokal. Hatta menyebut sederet nama: Free Fire, PUBG, Candy Crush, hingga Roblox. Semuanya produk impor. Padahal, pasar dalam negeri kita sangat menggiurkan. Ini yang ia sesalkan.
Di sisi lain, potensi ekonominya benar-benar fantastis. Hatta tak perlu menjabarkan yang sudah mendunia. Cukup ambil contoh Honor of Kings, yang pendapatan tahunannya disebutnya bisa tembus Rp 14 triliun. Atau Monopoly Go, yang juga mencapai angka Rp 10 triliun.
“Kalau kita serius, ini bisnis yang luar biasa,” tegas politikus PAN itu.
Karena itu, dukungan pemerintah dinilai krusial. Hatta berharap Kemenekraf bisa memfasilitasi anak-anak muda kreatif Indonesia, memberi mereka ruang dan dukungan untuk berkreasi secara profesional. Ia mengajak kita menengok kesuksesan Korea Selatan atau Jepang, yang mampu mendorong industri kreatif anak mudanya hingga go internasional.
“Potensinya terbuka lebar, Pak. Tinggal kita garap,” imbuhnya.
Alasan optimisme Hatta bukan tanpa dasar. Indonesia ternyata punya banyak bakat di bidang ini. Bukan cuma pemainnya, tapi juga pro player kelas dunia yang penghasilannya membuat orang terbelalak.
Artikel Terkait
Jalan DI Pandjaitan Lumpuh, Pengendara Terjebak Banjir dan Macet Mencekam
Wali Kota Yogyakarta Siapkan Wamira untuk Kendalikan Harga Sembako di Kampung
Panglima TNI Serius Tinjau Kesiapan Prajurit dan Dukung Ketahanan Pangan di Garut
Izin 28 Perusahaan Dicabut, Tapi Operasi di Lapangan Masih Berjalan