Lubang Maut di Narogong: Kecelakaan Berulang di Tengah Upaya Warga

- Kamis, 22 Januari 2026 | 15:24 WIB
Lubang Maut di Narogong: Kecelakaan Berulang di Tengah Upaya Warga

Malam itu di Jalan Raya Narogong, Bekasi, sunyi tiba-tiba pecah oleh suara keras. Sebuah sepeda motor terpelanting, pengendaranya terguling di aspal. Penyebabnya klasik sekaligus mengerikan: sebuah lubang jalan yang dalam, nyaris tak terlihat dalam gelap.

Rekaman kejadian itu beredar lewat akun Instagram Burger Art. Dalam video, situasinya jelas: jalan rusak parah, ditambah lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitarnya mati. Kombinasi mematikan. Lubang itu seperti perangkap yang siap menerkam, terutama bagi pengendara yang melintas saat malam.

Geraldy, dari komunitas Burger Art yang ada di lokasi, bilang ini bukan kejadian pertama. "Siang harinya sudah ada kecelakaan," katanya.

Makanya malam itu mereka datang dengan niat baik. "Kami bareng-bareng datang ke lokasi untuk nandain lubang pakai cat semprot biar pengendara lain waspada," jelasnya.

Ironisnya, nahas justru terjadi di depan mata mereka sendiri. Saat upaya penandaan berlangsung pada Selasa (20/1) malam, seorang pengendara motor lain entah siapa terperosok ke lubang yang sama. Motornya oleng dan jatuh.

"Pas banget kita lagi di situ, kejadian lagi," ujar Geraldy. "Untung yang ini nggak sampai meninggal, tapi motornya rusak parah dan korban luka-luka."

Menurut penuturannya, kondisi Jalan Narogong memang rawan. Lubangnya besar dan dalam. Lalu lintasnya padat dengan truk-truk bertonase besar yang lalu lalang, memperparah kerusakan yang ada. Faktor utamanya? "Lampu PJU di sini mati," tegasnya. Korban kecelakaan malam itu sendiri dikabarkan baru pulang kerja sekitar tengah malam dari arah Cileungsi. Dalam keadaan lelah dan gelap, lubang itu mustahil dihindari.

Insiden ini terjadi Senin dini hari (19/1). Korban mengalami luka serius, motornya pun rusak. Tapi baru setelah videonya viral, respons datang.

Petugas Dinas PUPR Kota Bekasi akhirnya turun ke lokasi pada Selasa malam. Beberapa titik lubang ditambal dengan metode tutup sulam. Tapi langkah darurat ini justru memantik kritik. Banyak yang menilai cara seperti ini cuma solusi sementara, ibarat menutup luka tanpa mengobati infeksinya.

Geraldy menyuarakan harapan yang sebenarnya sederhana. "Harapannya jangan nunggu ada korban dulu, jangan nunggu viral dulu, baru diperbaiki."

Sebuah harapan yang, sayangnya, masih sering hanya jadi harapan di banyak tempat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar