APBD DKI 2025 Cetak Surplus Rp 3,89 Triliun, Pramono: Fondasi Fiskal Kuat

- Rabu, 21 Januari 2026 | 13:15 WIB
APBD DKI 2025 Cetak Surplus Rp 3,89 Triliun, Pramono: Fondasi Fiskal Kuat

Di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1) lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar konferensi pers. Suasana ruangan terasa cukup riuh, namun pernyataan yang disampaikan justru membawa kabar yang tenang: kondisi keuangan Ibu Kota dalam keadaan sehat. Pramono membeberkan realisasi APBD DKI untuk tahun 2025, yang nilainya mencapai Rp 91,86 triliun.

Yang menarik, anggaran sebesar itu justru mencatatkan surplus. Cukup signifikan, yakni Rp 3,89 triliun.

"APBD tahun 2025 sebesar Rp 91,86 triliun. Dengan realisasi hingga 31 Desember berjalan dengan baik," ujar Pramono di hadapan para wartawan.

Ia lalu merinci angka-angka di balik capaian itu. Ternyata, pendapatan daerah berhasil dikumpulkan hingga Rp 79,94 triliun. Sementara belanja daerah bisa ditekan realisasinya di angka Rp 76,05 triliun. Untuk pembiayaan daerah sendiri ada di kisaran Rp 1,89 triliun. Dari situ, muncul sisa lebih perhitungan anggaran atau SiLPA per akhir Desember yang mencapai Rp 5,78 triliun.

"Dengan demikian, Jakarta mencatat surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun," tegasnya.

Lantas, apa yang mendorong semua ini? Menurut Pramono, pencapaian fiskal yang bagus ini tak lepas dari ekonomi Jakarta yang relatif stabil sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan ekonominya bertengger di 5,03 persen secara kumulatif. Inflasi pun bisa dikendalikan lebih ketat dibanding nasional, hanya 2,63 persen.

Di sisi lain, geliat investasi juga luar biasa. Realisasinya melesat hingga Rp 270,9 triliun, tumbuh hampir 12 persen. Rinciannya, PMDN menyumbang Rp 175,3 triliun dan PMA sekitar Rp 95,6 triliun. Angka ini berarti kontribusi Jakarta terhadap investasi nasional tidak main-main, sekitar 14 persen.

Bagi Pramono, fondasi fiskal yang kuat ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah modal nyata. Modal untuk menjalankan program-program prioritas yang sudah dirancang, mulai dari menjaga daya beli rakyat, subsidi transportasi, bantuan sosial, hingga upaya pengendalian inflasi ke depannya.

"Struktur ekonomi Jakarta berada dalam kondisi yang solid dan menjadi penopang utama keberlanjutan program-program pembangunan yang sudah disusun," pungkas Gubernur menutup paparannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar