Wali Kota di Oaxaca Tewas Ditembak, Jadi Korban Terbaru Kekerasan Kartel Narkoba di Meksiko

- Minggu, 14 Juni 2026 | 13:10 WIB
Wali Kota di Oaxaca Tewas Ditembak, Jadi Korban Terbaru Kekerasan Kartel Narkoba di Meksiko

Seorang kepala daerah di Meksiko kembali menjadi korban kekerasan bersenjata. Wali Kota San Miguel Amatitlan, Joel Bravo, tewas ditembak di negara bagian Oaxaca, Meksiko selatan, pada Minggu (14/6/2026). Peristiwa ini terjadi di wilayah yang selama ini menjadi arena pertempuran kartel narkoba untuk memperebutkan kendali jalur perdagangan ilegal.

San Miguel Amatitlan sendiri merupakan kota kecil dengan populasi hampir 7.000 jiwa. Jaksa penuntut umum setempat mengonfirmasi bahwa Bravo meninggal dalam serangan bersenjata, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait insiden tersebut. Hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Gubernur negara bagian Oaxaca, Salomon Jara, mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Dalam unggahannya di platform media sosial X, ia menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan kekerasan mengalahkan supremasi hukum maupun kehendak masyarakat.

“Di Oaxaca, kami tidak akan membiarkan kekerasan mengalahkan hukum atau kehendak masyarakat kami,” ujar Jara.

Sementara itu, jaksa penuntut umum menyatakan bahwa aparat keamanan telah meningkatkan kehadiran polisi di wilayah tersebut. Tim taktis juga dikerahkan dan bekerja sama dengan pasukan federal untuk memburu para pelaku penembakan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap eskalasi kekerasan yang menargetkan pejabat publik.

Diketahui, dua kartel narkoba besar, yaitu Kartel Jalisco Nueva Generacion dan Kartel Sinaloa, sama-sama aktif beroperasi di Oaxaca. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik ini menjadi titik strategis bagi peredaran narkoba dan persaingan antarkartel.

Pembunuhan terhadap Joel Bravo menambah panjang daftar kekerasan politik di Meksiko. Sejak tahun 2006, ketika kekerasan terkait narkoba mulai meledak di negara tersebut, hampir 100 wali kota telah tewas dibunuh. Angka ini menunjukkan betapa rentannya pejabat daerah di tengah konflik berkepanjangan antara aparat negara dan sindikat kriminal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar