Banjir di Jakarta memang selalu menyisakan cerita. Ada yang pilu, ada juga kisah tentang perjuangan warga yang berusaha bertahan di tengah genangan. Beberapa hari terakhir ini, ibukota kembali digenangi air. Dari sekian banyak peristiwa, berikut beberapa yang sempat terekam.
Di Tengah Genangan Daan Mogot, Gerobak Jadi Solusi (dan Rezeki)
Jalan Daan Mogot Raya di Jakarta Barat berubah jadi kolam cokelat. Airnya hampir setinggi 50 cm, cukup untuk membuat knalpot motor tenggelam. Lalu lintas pun tersendat. Banyak pengendara yang ragu, cuma satu dua orang yang nekat menerobos. Sementara itu, antrean kendaraan makin mengular.
Di tengah kebuntuan itu, muncul solusi tak terduga. Beberapa anak muda dengan celana digulung sampai selutut mendorong sebuah gerobak. Mereka menawarkan jasa: mengangkut motor melewati banjir. Beberapa pemotor pun tertarik. Dengan cekatan, mereka mendorong motor yang sudah dinaikkan ke atas gerobak itu, sementara sang pemilik ikut naik di atasnya.
Fahri Setiawan, yang akrab disapa TB, adalah salah satu dari mereka. Usianya baru 18 tahun, warga Taman Kota yang masih pelajar.
"Iseng saja. Terus dikasih duit," ujarnya sambil tertawa.
Bagi Fahri, ini bukan pengalaman pertama. Ia sudah mulai melakukannya sejak banjir besar tahun 2020 lalu. Gerobak yang dipakai pun bukan miliknya, melainkan pinjaman. Mereka bekerja bareng-bareng dengan teman-temannya, tanpa pembagian tugas yang kaku. Semua saling bantu. Di musim banjir seperti ini, ide iseng justru bisa mendatangkan rezeki.
Jas Hujan Laris Manis, Pasar Asemka Ramai Pembeli
Hujan yang nyaris tak henti membuat jas hujan berubah dari sekadar pelengkap jadi barang wajib. Di Pasar Asemka, Jakarta Utara, suasana ini terasa betul. Kios-kios dengan sigap memajang jas hujan warna-warni di bagian paling depan, jadi magnet bagi pembeli yang kehujanan.
Permintaannya ternyata tinggi. Banyak yang beli satuan, tak sedikit pula yang membeli dalam jumlah banyak bertumpuk-tumpuk lalu diangkut dengan motor.
Rizal (26), salah satu pedagang di sana, mengaku kalau jas hujan bukan produk andalannya. Ia hanya menjualnya saat musim hujan tiba.
"Kalau lagi hujan konsisten gitu dari pagi sampai malam, bisa laku lebih dari 10 lusin sehari," katanya pada Jumat (23/1).
Jelas sekali, cuaca ekstrem tak hanya membawa masalah, tapi juga menggerakkan roda perekonomian kecil-kecilan.
Kisah Pilu di Balik Genangan: Ojol Tewas Usai Jatuh
Namun, di balik kisah adaptasi warga, ada juga cerita pilu yang harus jadi perhatian. Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Cikarang Barat, Bekasi, Kamis (21/1) sore.
Artikel Terkait
Pemerintah Toleransi Perusahaan Izin Dicabut, Asal Ekonomi Daerah Tak Terguncang
Hujan Deras Landa Jakarta, 90 RT dan Sembilan Ruas Jalan Masih Tergenang
Jembatan Darurat Polisi Pulihkan Denyut Ekonomi Kampung Setie
Bisnis Senjata Ilegal di Bali Digulung TNI-Polri