Nah, terkait pola pergerakan jaringan ini, Dedi menyoroti perbedaan antara Indonesia dan Filipina. Polanya beda, tapi penyebabnya mirip: kedua negara ini punya garis pantai yang amat panjang. Bayangkan saja, pantainya terbentang luas. Alhasil, titik-titik masuk yang bisa dimanfaatkan pelaku pun jadi banyak sekali.
“Ada terjadi perbedaan pola (masuk jaringan TPPO) terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini lantas menuturkan upaya mitigasi yang sedang dilakukan. Pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO baru di sejumlah Polda adalah salah satu bentuk antisipasinya.
“Ada beberapa Polda yang akan kita persiapkan dalam rangka memitigasi secara maksimal terjadinya kejahatan TPPO,” tandas Dedi.
Artikel Terkait
Analisis Telematika: Operasi Gabungan CIA-Mossad di Balik Wafatnya Pemimpin Spiritual Iran
Harga Emas Perhiasan Stabil di Pasar Domestik, Puncak Rp2,6 Juta per Gram
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama