“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ibrahim: 4).
Kalau kita renungkan, proses pendidikan dalam Islam atau yang sering kita dengar sebagai tarbiyah itu sebenarnya bukan sekadar transfer ilmu. Lebih dari itu. Ia adalah sebuah perjalanan panjang untuk membentuk kepribadian, mengasah potensi, agar seseorang bisa tumbuh menjadi manusia yang utuh: beriman kokoh, berilmu luas, dan tentu saja, berakhlak mulia.
Nah, dalam perjalanan itu, ada satu elemen yang seringkali jadi penentu. Elemen yang berat tapi tak terelakkan: pengorbanan. Ya, kesediaan untuk melepas sesuatu yang kita punya, entah itu waktu, kenyamanan, atau lebih dari itu, demi sebuah tujuan yang lebih besar dan mulia.
Makna di Balik Kata "Tumbuh"
Secara bahasa, tarbiyah itu artinya "tumbuh" atau "berkembang". Bayangkan seperti seorang petani merawat benih. Butuh kesabaran, nutrisi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung. Begitu pula dengan pendidikan ruhani dan intelektual seorang muslim. Tujuannya jelas: mengembangkan seluruh potensi yang Allah berikan, agar bisa menjadi insan yang bermanfaat, kuat mental, dan tangguh menghadapi gelombang kehidupan.
Artikel Terkait
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel
Jenazah Pertama Korban Jatuhnya Pesawat di Bulusaraung Akhirnya Teridentifikasi
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer
Jembatan Gantung Ambruk, Lima Pelajar Tercebur ke Sungai Cilangkap