Lalu, apa itu pengorbanan dalam konteks ini? Ini bukan tentang dramatisasi. Ini tentang pilihan sadar. Mengalihkan sumber daya yang kita cintai harta, waktu, tenaga, bahkan pikiran dari kepentingan diri sendiri menuju jalan yang diridhai-Nya. Ia adalah bukti nyata dari keimanan, sebuah langkah konkret yang menunjukkan mana yang lebih kita prioritaskan.
Dua Sisi Mata Uang yang Sama
Di sinilah titik temunya. Tarbiyah dan pengorbanan itu ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisah. Mustahil ada proses pembentukan kepribadian yang mendalam tanpa ada unsur pengorbanan di dalamnya. Coba lihat. Dari sisi pendidik, butuh pengorbanan waktu, tenaga, dan kesabaran yang luar biasa. Dari sisi yang dididik, butuh pengorbanan kemalasan, ego, dan kebiasaan lama yang nyaman.
Pada akhirnya, pengorbanan itulah yang menjadi kunci. Ia adalah bahan bakar yang menggerakkan seluruh proses tarbiyah. Tanpanya, tujuan untuk membentuk pribadi muslim yang tangguh dan berakhlak mulia hanya akan jadi wacana. Maka, sudah siapkah kita membayar harganya?
Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie
Imbang 3-3, PSM Makassar Tersendat di Posisi 13 Liga 1
Malut United dan PSM Makassar Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Penuh VAR