Laporan kinerja Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi untuk 2025 menyoroti satu nama: Anwar Usman. Hakim Konstitusi ini tercatat sebagai yang paling sering absen dalam berbagai agenda, baik sidang maupun rapat. Angkanya cukup mencolok, dan tentu saja hal itu memantik pertanyaan.
Namun begitu, Anwar punya penjelasan. Di hadapan wartawan di Kantor MK, Jakarta, Rabu (21/1) lalu, ia bercerita panjang lebar. Alasan utamanya adalah kondisi kesehatan yang sempat drop di tahun 2025 itu. Ia sampai harus dirawat inap.
"Saya pikir sudah hilang sudah saya," ujar Anwar, menggambarkan momen kritisnya.
"Dari pagi sampai siang, kebetulan nyonya, tahunya saya ada di kamar, tahu-tahu saya sudah tergeletak di lantai. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain harus diopname. Itu ceritanya."
Menurutnya, sang istri yang menemukannya tergeletak dan segera membawanya ke rumah sakit. Ia menegaskan, inilah penyebab utama ketidakhadirannya yang tercatat dalam laporan MKMK. Sebagai hakim senior, Anwar merasa perlu memberikan klarifikasi ini. Ia membangun narasi tentang dedikasi panjang, bukan tentang pengabaian.
"Saya ini orang yang, saya sudah dari tahun 85 ya, sudah hampir 40 tahun jadi hakim, tidak pernah yang namanya cuti, insyaallah enggak pernah," tegasnya.
"Saya mohon maaf, sudah 50 tahun mengabdi pada bangsa dan negara. Enggak pernah yang namanya apalagi bolos."
Di sisi lain, datanya berbicara lain. Laporan MKMK itu rinci. Untuk sidang pleno, Anwar hadir 589 kali dan absen 81 kali. Pada sidang panel, kehadirannya 128 kali dengan 32 kali tidak hadir. Sementara untuk Rapat Panitia Hakim (RPH), ia hadir 100 kali dan absen 32 kali. Jika dirata-rata, persentase kehadirannya berada di kisaran 71%.
Sebagai pembanding, ada Hakim MK lain yang catatannya hampir sempurna: Guntur Hamzah. Ia menghadiri 589 sidang pleno dan 173 sidang panel tanpa satu pun absen. Di RPH, kehadirannya mencapai 100% dari 140 rapat. Kontras yang cukup tajam.
Jadi, di satu sisi ada alasan kesehatan yang manusiawi. Di sisi lain, ada data statistik yang hitam di atas putih. Anwar Usman berusaha menjembatani keduanya dengan menekankan rekam jejak dan pengabdiannya yang puluhan tahun. Persoalannya, apakah penjelasan itu cukup?
Artikel Terkait
Sidak Menteri Pertanian ke Gudang Bulog Karawang, Akademisi Nilai Stok Beras Nasional Melimpah dan Transparan
Mentan Amran Sidak ke Gudang Bulog Karawang, Pastikan Stok Beras Capai 5 Juta Ton
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Tambah Tiga Poin Penting di Kandang
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Jauh dari Zona Degradasi