Kabar baik datang dari KPK soal lahan Meikarta di Bekasi. Setelah melalui proses hukum yang panjang, lembaga antirasuah itu menyatakan aset tersebut bersih dan siap digunakan. Rencananya, di atas tanah itulah nantinya pemerintah akan membangun rumah susun bersubsidi untuk masyarakat.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan hal ini dalam jumpa pers Rabu lalu. Ia menyebut status hukum lahan Meikarta sudah clear and clean.
"Perkara suap terkait izin Meikarta sendiri sudah inkrah, alias punya kekuatan hukum tetap," ujar Budi.
Ia juga menambahkan, KPK sama sekali tidak pernah menyita lahan tersebut. Karena itu, lembaganya kini mendukung penuh upaya Kementerian PKP untuk mengoptimalkan aset negara itu.
"Tujuannya jelas, agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat banyak," jelas Budi.
Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan antara pimpinan KPK dengan Menteri PKP, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara. Dalam pertemuan itu, Ara secara khusus meminta pendampingan dari KPK untuk proyek rusun subsidi ini. Ia tak ingin praktik suap yang pernah mencoreng Meikarta terulang lagi.
"Kami mohon pendampingan. Pak Budi, Pak Pahala, tolong kawal dari KPK supaya semua proses ini memenuhi aturan. Sekaligus sebagai upaya pencegahan," tutur Ara.
Menurut Ara, kepastian hukum dari KPK ini ibarat angin segar. Bukan cuma untuk pemerintah, tapi juga untuk perbankan, pengembang, dan tentu saja calon penghuni.
"Dengan kepastian ini, kita bisa bergerak lebih cepat," ucapnya.
Proyek ambisius ini ditargetkan mulai digarap tahun ini. Lokasinya di kawasan Meikarta, Cikarang, yang notabene dikelilingi pusat industri. Ini sejalan dengan strategi nasional menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama yang bekerja di kawasan industri.
Ara sendiri mengaku pembangunan sudah masuk tahap awal. Bahkan, pembicaraan sudah dilakukan langsung dengan pihak Lippo Group.
"Pak James [dari Lippo Group] bicara langsung dengan saya, Pak Hashim, dan Bapak Presiden. Rencananya, tahun ini pembangunan sudah dimulai," kata Ara dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lahannya sudah siap. Dan kebutuhan akan hunian di kawasan itu, menurut Ara, sangatlah mendesak. Bayangkan saja, ribuan pekerja di Cikarang dan sekitarnya membutuhkan tempat tinggal yang dekat dan terjangkau. Rusun subsidi di Meikarta diharapkan bisa menjawab kebutuhan itu.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak