Gelombang Warga Negara Indonesia yang kabur dari sindikat penipuan daring di Kamboja terus membanjiri KBRI Phnom Penh. Hanya dalam lima hari, jumlahnya sudah mencapai 1.440 orang. Hingga Selasa malam waktu setempat, arus kedatangan dari berbagai penjuru Kamboja itu belum juga reda.
Lonjakannya benar-benar luar biasa. Coba bayangkan, pada hari Senin saja, ada 520 orang yang datang berduyun-duyun. Angka satu hari itu terasa sangat signifikan, apalagi jika dibandingkan dengan total 5.008 kasus yang ditangani sepanjang tahun 2025.
“Angka ini cukup fantastis,”
tulis KBRI dalam rilisnya, Rabu (21/1).
Menurut mereka, gelombang ini masih akan berlanjut. Alasannya, aparat hukum Kamboja kini semakin gencar menindak jaringan penipuan itu. Kebanyakan WNI yang datang menghadapi masalah yang itu-itu juga: soal dokumen.
“Permasalahan utama dari mereka adalah tidak memegang paspor dan menetap di Kamboja tanpa perizinan keimigrasian yang valid,”
jelas keterangan resmi itu.
Di lapangan, kerja tim KBRI tak kenal henti. Pendataan dan asesmen berjalan terus. Mereka juga sudah mulai menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi yang administrasinya lengkap. Bagi yang sakit, sudah dirujuk ke rumah sakit. Empat orang bahkan dilaporkan sudah pulang ke Indonesia secara mandiri pada Selasa lalu.
Untuk mempercepat proses kepulangan massal ini, koordinasi dengan otoritas Kamboja diperketat. Mulai dari kepolisian hingga imigrasi. Mereka sedang menyelesaikan mekanisme keringanan denda overstay dan percepatan izin keluar.
KBRI juga punya imbauan mendesak. Bagi WNI yang sudah berhasil keluar dari lokasi penipuan tapi masih bersembunyi di Kamboja, segeralah melapor. Di sisi lain, masyarakat diimbau waspada. Sekarang ini banyak beredar penipuan yang mengatasnamakan KBRI.
“KBRI Phnom Penh akan terus memprioritaskan pelindungan WNI dan memastikan kepulangan ke tanah air berjalan aman, tertib, dan secepat mungkin,”
tegas pernyataan tersebut. Upaya mereka jelas sebuah kerja maraton, dan garis finisnya adalah tanah air.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pemerkosaan Remaja di Makassar, Salah Satunya Masih di Bawah Umur