Menurut Atika, masalah utamanya ada di penerimaan Dana Bagi Hasil atau DBH yang menyusut. Penurunan itu memaksa mereka untuk menata ulang program, termasuk menyesuaikan target.
“Bahwa betul memang dari rencana 250-an sekolah gratis, karena ada pengurangan signifikan pada DBH, tentunya kita harus melakukan rasionalisasi jumlah. Jadi memang faktornya adalah karena pengurangan pendapatan yang berasal dari DBH,”
Di sisi lain, bukan berarti program ini mandek. Pemerintah sudah menyiapkan siasat pengalokasian dana agar nanti jumlah sekolah gratis bisa dikejar lagi. Mereka berharap bisa mengejar ketertinggalan itu lewat penyesuaian APBD di tahun 2026.
“Kemudian yang kedua memang terjadi faktor pengurangan tersebut, maka ada strategi dalam pengalokasian yang tentunya nanti akan dipenuhi pada saat perubahan APBD 2026,”
Jadi, meski sempat meleset dari target awal, upaya untuk memperluas akses pendidikan gratis di ibu kota masih terus diupayakan. Perjalanannya mungkin nggak linear, tapi setidaknya ada komitmen untuk menambah, bukan malah mengurangi.
Artikel Terkait
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pemicu Banjir Bandang Sumatera
Ibu Rumah Tangga Pekanbaru Terjerat Utang Ratusan Juta Diduga Dijerat Oknum Polisi
Makan Bergizi Gratis: Jembatan Emas atau Jalan Pintas yang Mahal?
Garis Batas Pulau Sebatik Dirapikan, Indonesia Dapat Tambahan 127 Hektare