Target 250 Sekolah Gratis DKI Meleset, Pemerintah Malah Genjot Jadi 100 di 2026

- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:54 WIB
Target 250 Sekolah Gratis DKI Meleset, Pemerintah Malah Genjot Jadi 100 di 2026
Artikel DKI Jakarta

Target sekolah swasta gratis di Jakarta ternyata tak sesuai rencana awal. Meski begitu, Pemprov DKI justru berencana menambah jumlahnya secara signifikan di tahun depan.

Dari yang semula cuma 40 sekolah pada 2025, angka itu bakal melonjak jadi 100 sekolah di 2026. Artinya, ada tambahan 60 sekolah yang biaya pendidikannya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Program ini memang jadi andalan. Intinya, Pemprov DKI yang bayarin semua biaya sekolah anak-anak di lembaga swasta yang terpilih.

“Untuk tahun 2025, kita bertambah dari 40 sekolah menjadi 100 sekolah di 2026. Jadi tidak dikurangi, bahkan bertambah, dan setiap tahun akan kami upayakan terus bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,”

Penjelasan itu disampaikan Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda DKI Jakarta. Ia berbicara dalam konferensi pers soal realisasi APBD di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/1) lalu.

Tapi, kalau dibandingin dengan target semula, angka 100 ini sebenarnya jauh lebih kecil. Pemerintah sebelumnya ngomongin angka sekitar 250 sekolah. Kenapa bisa turun drastis? Soalnya, kondisi keuangan daerah lagi nggak bagus-bagus amat.

Menurut Atika, masalah utamanya ada di penerimaan Dana Bagi Hasil atau DBH yang menyusut. Penurunan itu memaksa mereka untuk menata ulang program, termasuk menyesuaikan target.

“Bahwa betul memang dari rencana 250-an sekolah gratis, karena ada pengurangan signifikan pada DBH, tentunya kita harus melakukan rasionalisasi jumlah. Jadi memang faktornya adalah karena pengurangan pendapatan yang berasal dari DBH,”

Di sisi lain, bukan berarti program ini mandek. Pemerintah sudah menyiapkan siasat pengalokasian dana agar nanti jumlah sekolah gratis bisa dikejar lagi. Mereka berharap bisa mengejar ketertinggalan itu lewat penyesuaian APBD di tahun 2026.

“Kemudian yang kedua memang terjadi faktor pengurangan tersebut, maka ada strategi dalam pengalokasian yang tentunya nanti akan dipenuhi pada saat perubahan APBD 2026,”

Jadi, meski sempat meleset dari target awal, upaya untuk memperluas akses pendidikan gratis di ibu kota masih terus diupayakan. Perjalanannya mungkin nggak linear, tapi setidaknya ada komitmen untuk menambah, bukan malah mengurangi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar