Kotak Hitam ATR 42-500 Ditemukan Utuh di Lereng Bulusaraung

- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:18 WIB
Kotak Hitam ATR 42-500 Ditemukan Utuh di Lereng Bulusaraung

Setelah pencarian berhari-hari di medan yang berat, akhirnya ada titik terang. Tim gabungan berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep. Kotak hitam itu ditemukan terselip di antara puing-puing ekor pesawat.

Menurut Kolonel Inf Dody Triyo Hadi dari Kodam XIV Hasanuddin, momen penemuan terjadi Rabu (21/1) sekitar pukul 11.00 WITA. “Kita bersyukur,” ujarnya.

“Pada pukul 11.00 Wita tim khusus yang kita bentuk bersama personel Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Bosowa berhasil menemukan black box,” kata Dody menjelaskan.

Lokasinya cukup dalam, sekitar 150 meter dari puncak tempat pesawat diperkirakan menghantam tanah. Yang menggembirakan, perangkat perekam data itu masih terpasang dengan baik di strukturnya.

“Black box berada di dalam potongan ekor pesawat dan masih pada posisinya. Alhamdulillah sudah bisa dilepas dari dudukannya dan saat ini sedang diturunkan menuju Posko Tompobulu,” ucapnya.

Secara kasat mata, kondisi fisiknya terlihat utuh. Namun begitu, Dody menekankan bahwa pemeriksaan definitif ada di tangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Secara visual, bentuknya utuh. Namun kami masih menggunakan istilah dugaan. Penetapan dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh KNKT,” jelasnya.

Dengan cuaca yang cukup bersahabat, proses evakuasi menuju posko diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam. Medan tetap menjadi tantangan terbesar.

Sebenarnya, lokasi ekor pesawat sudah terlihat dari kejauhan sejak beberapa hari lalu. Sayangnya, tim tak bisa langsung mendekat. Kontur lereng yang terjal dan berisiko tinggi memaksa mereka untuk berhitung ulang.

“Kemarin sudah kita identifikasi secara visual, tetapi belum bisa menuju lokasi karena medan yang menantang,” ungkap Dody. “Tadi malam kami lakukan analisis dan rapat, kemudian membentuk tim khusus untuk menuju titik ekor.”

Langkah selanjutnya, penanganan black box akan mengikuti prosedur standar investigasi kecelakaan dan arahan pimpinan.

“Nanti langkah berikutnya akan kami laksanakan sesuai petunjuk pimpinan dan koordinasi dengan Basarnas serta pihak terkait,” ucapnya.

Harapannya besar. Kotak hitam ini dianggap kunci utama untuk mengungkap misteri di balik insiden naas tersebut.

Pesawat ATR tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang, sebelum kemudian diketahui jatuh di kawasan gunung itu. Pesawat itu merupakan milik maskapai IAT yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Di dalamnya, tercatat ada sepuluh kru pesawat dan tiga penumpang yang semuanya merupakan pegawai KKP.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar