Pak Purbaya Yudhi Sadewa memang hebat, ya. Sayangnya, cuma ada satu orang seperti dia. Coba bayangkan kalau ada sepuluh Purbaya satu memimpin Bank Indonesia, satu lagi jadi Menteri ESDM, yang lain mengurus Perdagangan, lalu Kehutanan, bahkan Jaksa Agung. Dan seterusnya.
Pasti Indonesia bakal melesat jauh dengan sepuluh orang sekaliber itu.
Tapi, mau ada seratus Purbaya sekalipun, kalau sang Presiden masih sibuk teriak "Hidup Jokowi"… ya, hasilnya bisa ditebak. Meneketehe, deh.
Hehehehe 😆😆
Baru-baru ini, Menteri Keuangan ini buka suara soal pelemahan rupiah. Dengan nada percaya diri, Purbaya menyebut persoalan nilai tukar yang melemah itu bisa dituntaskan dalam waktu singkat asal kendali moneter ada di tangannya.
Pernyataannya cukup menohok. Dia melontarkannya saat ditanya tentang rupiah yang terus merosot, mendekati ambang psikologis Rp17.000 per dolar AS. Faktanya, berdasarkan data JISDOR per 20 Januari 2026, kurs sudah berada di Rp16.981.
"Kalau saya tahu alasannya, saya tahu betul alasannya kenapa dan betul memperbaikinya [hanya butuh] dua hari, semalam dua malam selesai itu," ujarnya.
Lalu dia menambahkan, dengan nada sedikit menyiratkan kekecewaan, "Tapi saya bukan bank sentral."
Purbaya mengungkapkan itu di sekitar Kantor Kemenkeu, Jakarta, pada Selasa lalu.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak