Demokrat Laporkan Empat Akun Media Sosial ke Polda Metro, Tuding Sebar Hoaks Ijazah Palsu Terkait SBY

- Rabu, 21 Januari 2026 | 00:36 WIB
Demokrat Laporkan Empat Akun Media Sosial ke Polda Metro, Tuding Sebar Hoaks Ijazah Palsu Terkait SBY

Pemeriksaan terhadap Muhajir, sang Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, akhirnya digelar oleh Polda Metro Jaya. Kasusnya berkisar pada dugaan penyebaran berita bohong. Proses itu berjalan seharian, dari pagi hingga menjelang sore, tepatnya pada Selasa (20/1) kemarin.

Dari sisi kepolisian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan langkah ini. Menurutnya, penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan awal dari sang pelapor. “Benar hari ini Selasa, 20 Januari 2026, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor. Selanjutnya, penyidik akan memanggil saksi-saksi lainnya. Jadwal pemeriksaan masih akan dikomunikasikan lebih lanjut,” jelas Budi.

Di ruang pemeriksaan, Muhajir tak sendirian. Ia didampingi kuasa hukumnya, HM Rusdi.

“Kami hadir mendampingi Kepala Badan Bidang Hukum, Badan Hukum Pengamanan Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat yang beberapa minggu yang lalu telah melaporkan dan hari ini telah diambil keterangan dari pukul lebih kurang 10.30 sampai pukul 17.35,” ujar Rusdi usai proses selesai.

Ia membeberkan, inti dari pemeriksaan panjang itu adalah klarifikasi soal laporan mereka terhadap sejumlah akun media sosial yang diduga menyebar hoaks.

“Adapun agenda hari ini adalah diambil keterangan sebagai pelapor atas adanya dugaan hoaks atau berita bohong yang disampaikan beberapa akun YouTube ataupun akun TikTok,” tegasnya.

Rusdi menyebut ada empat akun yang jadi sorotan. “Satu akun TikTok, tiga akun YouTube, kita klarifikasi,” katanya. Tak cuma keterangan lisan, mereka juga menyerahkan segudang barang bukti pendukung kepada penyidik. “Sementara bukti-bukti yang normatif kami serahkan, adanya posting-posting-an tangkapan layar, adanya video, adanya surat-surat, transkrip, itu yang kami serahkan kepada penyidik.”

Pertanyaannya banyak. Sangat banyak. Rusdi mengungkapkan penyidik mengajukan tidak kurang dari 28 pertanyaan yang semuanya mengerucut pada dugaan berita palsu yang dinilai menyudutkan partainya.


Halaman:

Komentar