Rasanya baru kemarin kita mendengar berita serupa, dan kini dua kepala daerah lagi terjaring operasi tangkap tangan KPK. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya.
"Tentunya kita prihatin," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa lalu.
"Kembali terjadi OTT yang melibatkan kepala daerah."
Baginya, peristiwa ini seperti alarm yang berbunyi nyaring. Isinya jelas: persoalan korupsi belum usai, masih menjadi pekerjaan rumah yang menumpuk di meja kita semua. Prasetyo lantas mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto pun tak henti-hentinya menekankan hal yang sama.
"Itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita perangi bersama," tegasnya.
"Berkali-kali dalam berbagai forum, Bapak Presiden terus mengingatkan hal tersebut."
Kedua pejabat yang tersangkut adalah Wali Kota Madiun, Maidi, dan Bupati Pati, Sudewo. Kasusnya berbeda, tapi polanya mirip: penyalahgunaan wewenang.
Maidi diduga terlibat suap terkait proyek dan dana CSR. Sementara itu, di Pati, Sudewo dikabarkan terjerat kasus pemerasan seputar pengisian jabatan di tingkat desa. Dua kasus ini, meski terpisah, seolah menunjukkan betapa akar masalahnya masih sama.
Artikel Terkait
Prabowo: Pendidikan dan Pelatihan di Semua Sektor Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat
Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Bali, Tegaskan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan
Kuasa Hukum: Video Maaf Sarwendah Tak Ada Kaitannya dengan Ruben Onsu
Pemkot Makassar Resmi Terima Hibah Lahan 8.188 M² dari PIP untuk Pengembangan Stadion Untia