Eggi Sudjana Balas Dendam ke Jokowi, SP3 Jadi Senjata Pamungkas

- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:00 WIB
Eggi Sudjana Balas Dendam ke Jokowi, SP3 Jadi Senjata Pamungkas

Oleh: Erizal

Giliran Eggi Sudjana yang balik mengerjain Joko Widodo. Tegas, ia membantah dirinya lebih dulu mengajukan Restorative Justice ke Jokowi. Soalnya, RJ itu kan harus dilakukan kedua belah pihak. Nggak bisa cuma maunya dia sendiri, atau cuma kemauan Jokowi semata.

Bantahan ini ia lontarkan setelah dapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari Polda Metro Jaya. Saat itu, Eggi sedang bersiap ke luar negeri. Penampilannya? Wah, seperti pemain film. Kacamata hitam, topi koboi, ia terlihat sehat dan bergaya.

Bahkan, ada video yang beredar. Masih dengan topi koboinya, Eggi terlihat menyetir mobil mewah warna merah. Katanya, video itu diambil di Malaysia, di sebuah pom bensin. Entah siapa yang mau dia ledek kali ini. Jokowi dan para relawankah, atau justru kubu Roy Suryo?

Lewat pengacaranya, Elida Netti, Eggi rupanya merasa dikerjain oleh pihak Jokowi. Janji pertemuan di rumah Jokowi yang katanya akan tertutup dan tanpa media, ternyata bocor dengan cepat. Eggi seperti dipermalukan. Ia pun kelimpungan mencari penjelasan.

Di sisi lain, dugaan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur tampaknya benar. Ia bilang, pertemuan Eggi di rumah Jokowi itu pasti maunya dirahasiakan. Tapi, rugi dong kalau pihak Jokowi nggak membocorkannya. Ibaratnya, ikan sudah masuk perangkap.

Penjelasan Eggi soal tujuan ia mendatangi Jokowi pun jadi simpang siur. Tiap orang ceritanya beda-beda. Bahkan, alasan klasik seperti kisah Musa dan Harun menemui Firaun pun dipakai. Banyak yang geli mendengarnya. Mungkin juga ada yang ngeri.

Manuvernya tak berhenti di situ. Eggi kemudian memecat hampir semua pengurus Tim Pembela Ulama dan Aktivis. Rizal Fadillah, Azam Khan, dan Tri Kurnia dicopot. Ia terlihat serius, bahkan kalap. Namun suasana berubah lagi setelah SP3 itu ia kantongi.

Nama Habib Rizieq Shihab pun mulai disebut. Soalnya, sebenarnya Eggi nggak punya hak untuk memecat orang di TPUA seenaknya. Habib Rizieq adalah pendiri sekaligus penasihat di sana. Tapi melihat semua kejadian ini, mungkin banyak yang cuma bisa geleng-geleng. Tukang olah, akhirnya diolah oleh tukang olah yang lain.

Agaknya, target Eggi cuma satu: SP3 itu. Begitu surat sakti itu terbit, ia seolah berkata "da-da-da-da" pada Jokowi sambil melambaikan tangan. Ia seperti balik lagi ke kubu Roy Suryo dan kawan-kawan. Narasinya pun ia bangun sendiri.

Bahkan, TPUA yang sempat ia rombak habis-habisan, kini tak ada kabarnya lagi. Roy Suryo sendiri dikabarkan dapat pesan khusus darinya untuk lanjutkan perjuangan, sebelum Eggi terbang. Kisah Musa mendatangi Firaun tadi, kini berubah jadi cerita lain: seperti orang-orang Yahudi yang menyuruh Musa berperang, tapi mereka sendiri enggak ikut.

Jadi, jangan harap ia mengakui ijazah Jokowi itu asli, seperti klaim para relawan. Mengakui bahwa ia meminta maaf saja, Eggi enggan. Ia tak mau terlihat seperti pesakitan, apalagi dianggap pecundang. Eggi sudah telanjur dicap pengkhianat oleh beberapa pihak. Habis ini, bagaimana lagi?

Lalu, bisakah SP3 itu ditarik kembali? Mungkin saja, kalau memang ada alasan hukumnya. Tapi Eggi Sudjana bukan pengacara kemarin sore. Ia paham betul aturan main, lengkap dengan segala celahnya. Setelah sekian lama terlihat keok berhadapan dengan Jokowi, apakah kali ini Eggi bisa disebut pemenang? Entahlah. Hanya waktu yang bisa jawab.

(Direktur ABC Riset & Consulting)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar