“Termasuk tim yang menuruni tebing dan yang nginap juga di atas puncak. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” sambung Arman.
Jadi, meski ada laporan pergerakan di smartwatch, Basarnas enggan menyimpulkannya sebagai tanda kehidupan. Semuanya masih terlalu samar.
“Kami tidak bisa mengatakan bahwa ada tanda-tanda kehidupan. Melihat dari kondisi ini, kalau dilihat di hpnya ada pergerakan. Tapi kalau itu hidup seperti apa, kami belum bisa katakan,” jelasnya. Suaranya terdengar hati-hati.
Menunggu Petunjuk dari Pelacakan Digital
Sekarang, fokus beralih ke pelacakan digital. Basarnas masih menunggu laporan dari Direktorat Siber Polda Sulsel. Mereka butuh titik koordinat terakhir di mana smartwatch itu aktif.
“Kami menunggu laporan Cybercrime, kami menunggu koordinat terakhir on supaya kami bisa menuju ke titik itu,” tandas Arman.
Idenya sederhana: smartwatch yang menyala biasanya mengirimkan data lokasi ke ponsel yang terhubung. Hasil olahan tim siber itulah yang nantinya akan menjadi panduan bagi tim di lapangan untuk melanjutkan pencarian. Semua pihak masih berharap, meski situasinya terlihat suram.
Artikel Terkait
Bupati Pati dan Tim Suksesnya Diringkus KPK, Tarif Jabatan Desa Tembus Rp 225 Juta
Prabowo Pimpin Rapat dari London, 28 Izin Perusahaan Dicabut Usai Bencana
Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatera Terkait Pelanggaran Serius
Kim Sejeong Berubah Total di Todays Webtoon, Kisah Bangkit dari Cedera ke Dunia Kreatif