Soal motif, Andi enggan berandai-andai. Untuk saat ini, fokusnya adalah mengumpulkan fakta. Yang jelas, ini adalah kejadian pertama di TPU yang sudah berumur lama itu. Dan korban pembongkarannya pun bukan tokoh masyarakat, melainkan warga biasa.
“Intinya masih dalam penyelidikan karena ini merupakan kejadian pertama selama ada kuburan itu, dan TPU tersebut sudah lama. Selain itu, makam yang dibongkar adalah makam warga biasa, bukan tokoh atau semacamnya,” ungkapnya.
Meski pelaku belum tertangkap, ancaman hukum sudah menanti. Andi menyebut, pelaku bisa dijerat Pasal 271 KUHP. Ancaman hukumannya? Penjara maksimal dua tahun, plus denda sebesar Rp 50 juta.
Hanya satu makam yang jadi sasaran. Namun, kejadian ini tentu saja mengusik ketenangan warga sekitar. Polisi berharap pemeriksaan terhadap ketujuh saksi itu bisa membuka jalan untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi pencurian tulang belulang yang meresahkan ini.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Rapat dari London, 28 Izin Perusahaan Dicabut Usai Bencana
Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatera Terkait Pelanggaran Serius
Kim Sejeong Berubah Total di Todays Webtoon, Kisah Bangkit dari Cedera ke Dunia Kreatif
Amplop Gaji Pertama: Senyum Sumringah Karyawan MBG dan Getirnya Guru Honorer