"Mereka lihat pakaiannya sudah berserak dan gensetnya juga hilang," imbuhnya. Suasana pagi buta yang sepi itu dimanfaatkan betul oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kisah Berakhir dengan Pengembalian Barang
Namun begitu, ceritanya punya akhir yang cukup unik. Siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB, barang-barang curian itu dikembalikan. Entah karena rasa bersalah atau tekanan lingkungan, pelaku meletakkan barang tersebut di rumah seorang kenalan relawan di Medan.
Sayangnya, rombongan relawan Banten sudah lebih dulu pergi. Mereka telah meninggalkan lokasi sejak pukul 10.00 WIB.
"Alhamdulillah, pukul 14.00 WIB ada yang menemui saya. Itu warga kita, barangnya sudah ketemu," kata Hairul.
"Saya antar langsung ke rumah warga. Ternyata relawan itu sudah pulang. Tapi saya tidak dikabari. Saya serah terima dengan relawan bernama Vera bersama pihak keluarganya yang merupakan warga saya," sambungnya menjelaskan proses pengembalian.
Pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, mengaku telah mengetahui insiden ini. Hanya saja, karena barang sudah kembali dan korban tak melapor, proses hukum pun tak berjalan.
"Genset dikembalikan dan tasnya juga dikembalikan," kata Bambang, mengonfirmasi akhir dari peristiwa yang cukup mencengangkan tersebut.
Artikel Terkait
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan