Air masih menggenang di mana-mana. Di Distrik Boane, Maputo, seorang warga hanya bisa terdiam memandangi rumahnya yang terendam. Keadaan itu terjadi setelah hujan lebat tak henti mengguyur wilayah itu selama berminggu-minggu.
Bukan cuma satu atau dua keluarga yang merasakan dampaknya. Menurut Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), angka korban mencapai lebih dari 620.000 orang. Bayangkan saja, itu setara dengan penduduk sebuah kota besar.
Kerusakannya pun luar biasa. Sekitar 72.000 rumah terendam banjir. Tidak berhenti di situ, infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan turut hancur. Bahkan pusat-pusat kesehatan tak luput dari amukan air.
Bencana seperti ini sepertinya sudah jadi cerita lama bagi Mozambik. Para ilmuwan kerap menyoroti fakta pahit: negara di Afrika bagian selatan ini memang rawan dilanda bencana cuaca ekstrem. Dan semuanya, kata mereka, makin menjadi-jadi karena perubahan iklim.
Artikel Terkait
Polisi Temukan Botol Bensin dan Obor di TKP Pembakaran Mobil Kades Purwasaba
Indonesia Hajar Aljazair 3-0 di Thomas Cup, Tiga Tunggal Putra Tampil Dominan
Jakarta Pertamina Enduro Kunci Kemenangan 3-1 atas Gresik Petrokimia di Leg Pertama Final Proliga Putri
Lavani Menang 3-1 di Leg Pertama Final Proliga 2026, Satu Langkah Lagi Menuju Gelar Juara