Dari penyelidikan sementara, polisi mengetahui bahwa korban memang rutin melintasi rel tersebut. "Berdasarkan hasil penyelidikan kami, korban memang biasa melintas jalur tersebut setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah," sambungnya.
Di sisi lain, kesaksian seorang warga, Candra Teo Anugrah, sedikit menguak detik-detik sebelum kecelakaan. Ia melihat Joel berjalan dari Gang Melati Lingkungan VI menuju Perumahan Residence Sinaksak, tempat tinggalnya.
"Saya lihat korban sedang berjalan menunduk sambil menyeberangi rel. Kebetulan kereta api Siantar Express melaju dari arah Siantar menuju Medan. Jaraknya mungkin sekitar 20 meter saja," ucap Candra.
Situasi saat itu mencekam. Candra berusaha memperingatkan Joel yang tampak tak menyadari bahaya. Kereta sudah mendekat dengan klakson yang dibunyikan masinis.
"Masinis sudah membunyikan klakson panjang, tapi sepertinya dia tidak mendengar. Saya sudah teriak keras memanggil, tapi tidak dihiraukan. Detik berikutnya, langsung tertemper dan terpental," imbuh Candra, menggambarkan kejadian yang berlangsung begitu cepat.
Pertanyaan besar yang kini masih digali adalah mengapa Joel sama sekali tidak mendengar klakson kereta maupun teriakan peringatan dari warga sekitar. Polisi masih mendalami faktor penyebabnya, mencoba menyusun puzzle duka keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama
Lamine Yamal Pecah Kebuntuan, Bawa Barcelona Menang Tipis di Markas Bilbao
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie