Berapa usia Khadijah radhiyallahu 'anha saat menikah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Pertanyaan ini ternyata punya jawaban yang beragam, lho. Kalau kita telusuri catatan sejarah, ada beberapa pendapat yang beredar.
Yang paling sering kita dengar, tentu saja pendapat populer bahwa Khadijah saat itu berusia 40 tahun. Mayoritas ulama dan ahli sejarah memang berpegang pada angka ini. Jika mengikuti pendapat tersebut, berarti Ummul Mukminin wafat di usia 65 tahun.
Namun begitu, ada pendapat lain yang dianggap lebih kuat oleh sejumlah peneliti masa kini. Pendapat ini menyebutkan usia Khadijah adalah 28 tahun. Riwayatnya berasal dari Ibnu Ishaq, penulis kitab Sirah, yang kemudian dinukil oleh Ibnu Sa'ad dari Ibnu Abbas. Alasan mereka cukup masuk akal: Khadijah melahirkan enam orang anak bagi Nabi. Secara logika, proses persalinan di usia 40 tahun ke atas pada masa itu adalah hal yang jarang meskipun secara medis tetap memungkinkan. Karena itu, pendapat kedua ini dianggap lebih rajih atau kuat.
Selain kedua pendapat utama tadi, ada juga yang menyebut usia 25, 30, atau 35 tahun. Semuanya tercatat dalam kitab Tahrir Asy Syama-il halaman 306-309.
Ngomong-ngomong soal anak, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dikaruniai tujuh orang anak. Enam di antaranya lahir dari rahim Khadijah, dan satu dari Mariyah Al-Qibthiyah.
Mereka adalah bagian penting dari sejarah Islam. Anak-anak dari Khadijah ini lahir sebelum masa kenabian kecuali Abdullah. Putra-putri beliau adalah:
- Al-Qasim, putra sulung. Ia lahir sebelum kenabian dan wafat saat masih kecil, sekitar usia 2 tahun.
- Zainab, putri pertama. Ia menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi.
- Ruqayyah, putri kedua. Ia dinikahi oleh Utsman bin Affan.
- Ummu Kultsum, putri ketiga. Setelah Ruqayyah wafat, Utsman menikahinya, sehingga ia dijuluki Dzun Nurain, pemilik dua cahaya.
- Fatimah Az-Zahra, putri bungsu dari Khadijah. Ia menikah dengan Ali bin Abi Thalib dan satu-satunya yang hidup hingga Rasulullah wafat. Fatimah sendiri meninggal tak lama setelahnya.
- Abdullah, yang juga dipanggil Ath-Thayyib atau Ath-Thahir. Ia lahir setelah kenabian dan wafat saat masih kecil.
Adapun anak ketujuh Nabi adalah Ibrahim, dari Mariyah Al-Qibthiyah. Ia lahir di Madinah dan wafat pada usia 18 bulan, tepatnya di tahun ke-10 Hijriyah.
Begitulah. Kisah keluarga Nabi ini bukan sekadar angka dan nama, tapi cerita tentang cinta, keturunan, dan warisan yang abadi.
Artikel Terkait
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook
Wali Kota Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp60 Miliar untuk 2026
Narkoba Sintetis di Makassar Beredar Lewat Vape dan Medsos, Polisi Ungkap Modus Baru
Pengemudi Ojol Dianiaya Pelanggan, Amukan Massa Hampir Ricuh di Makassar