Seniman Singkawang Wakili Kalbar di Pameran Bergengsi Galeri Nasional
Singkawang - Talenta seni Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Juan Arminandi, seorang seniman multitalenta asal Kota Singkawang, berhasil terpilih sebagai satu-satunya wakil dari Kalbar dalam pameran seni rupa kontemporer MTN Lab: Residensi Jakarta – Rules of the Game. Pameran bergengsi ini berlangsung di Gedung B & D, Galeri Nasional Indonesia, mulai 16 November hingga 15 Desember 2025.
Dalam pameran yang menampilkan 28 seniman terpilih se-Indonesia tersebut, Juan menghadirkan dua karya unggulan yang merepresentasikan kekayaan lokal dan isu global. Karya pertama berjudul ‘K3Y – Kajakarta’, merupakan sebuah instalasi objek dan audio yang terinspirasi dari proyek pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat. Karya ini menyajikan dialog visual dan auditif yang mendalam antara industrialisasi dan kelestarian alam.
FOKUS KARYA: Instalasi 'K3Y – Kajakarta' dibangun dari material logam yang merefleksikan estetika industri pelabuhan, ditopang oleh struktur kayu yang menyimbolkan hutan Kalimantan yang terus menyusut. Karya ini tidak hanya menampilkan bentuk fisik, tetapi juga menyajikan narasi audio yang lahir dari dokumentasi bunyi di sekitar lokasi proyek.
Karya kedua yang dipamerkan adalah sebuah komposisi audio berjudul ‘Pulau Pinang: Singkawang-Penang’. Karya ini merupakan kristalisasi dari riset intensif Juan selama lebih dari satu tahun di dua kota yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat. Melalui album audio ini, ia merekam dan mengolah soundscape atau lanskap bunyi dari kedua kota, yang sarat dengan percampuran beragam suku dan bangsa.
“Karya audio ini merupakan eksplorasi mikrotonal yang memadukan bunyi-bunyi urban dengan instrumen tradisional seperti gambus, sape, sitar, dan erhu,” jelas Juan mengenai proses kreatifnya. Pendekatan ini menciptakan sebuah komposisi yang tidak hanya unik, tetapi juga merefleksikan identitas kultural yang kompleks dan dinamis.
Sebagai seorang musisi tradisional, komposer, dan pembuat instrumen, fokus karya Juan Arminandi tidak lepas dari isu ekologi dan pelestarian tradisi lokal. Ia dikenal dengan eksperimennya dalam sistem laras non-hegemonik dan pemanfaatan material lokal dalam setiap karyanya. Di Singkawang, ia mendirikan Manangkata, sebuah kolektif seni yang mengintegrasikan musik, teater, dan elemen visual.
Partisipasi Juan dalam pameran ini semakin mengukuhkan posisinya di peta seni kontemporer Indonesia. Pengalamannya telah diakui secara internasional melalui partisipasinya di berbagai festival dan program residensi bergengsi, seperti Camargo Foundation di Prancis, CTM Festival di Jerman, Holland Festival di Belanda, serta ArtJog di Yogyakarta.
Keikutsertaan Juan Arminandi dalam MTN Lab: Residensi Jakarta – Rules of the Game tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi bukti bahwa seni dari daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi berarti dalam wacana seni rupa kontemporer nasional.
Artikel Terkait
MotoGP Italia 2026: Kualifikasi dan Sprint Race di Mugello Hari Ini, Veda Ega Pratama Jadi Sorotan
Polisi Gerebek Tempat Hiburan Malam di Medan, Tangkap Karyawan dan Sita Delapan Butir Ekstasi
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 Akibat Cedera Otot Kambuh
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan