Ia bukan nama baru di peta politik lokal. Maidi baru saja dilantik untuk periode keduanya, 2024-2029, setelah memenangkan Pilkada dengan suara meyakinkan 56,04 persen. Kemenangannya didukung koalisi besar sebelas partai, mulai dari Golkar, Demokrat, hingga Gerindra dan NasDem. Pasangannya adalah Bagus Panuntun.
Namun, jalan panjang telah dilaluinya sebelum duduk di kursi walikota. Dunia politik bukanlah rumah pertamanya. Awal karir Maidi justru dihabiskan di depan kelas.
Dia memulai sebagai guru CPNS di SMP Negeri 2 Pilangkenceng pada 1988, lalu pindah mengajar di SMUN 1 Madiun. Dedikasinya membawanya hingga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMUN 2 Madiun di tahun 2002.
Setelah itu, perjalanan karirnya berbelok ke birokrasi pemerintahan. Maidi pernah memegang posisi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun. Puncaknya, dia dipercaya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Jabatan inilah yang menjadi batu loncatan terakhirnya sebelum akhirnya terpilih sebagai orang nomor satu di kota itu.
Kini, namanya justru terseret dalam OTT KPK. Sebuah titik balik yang dramatis untuk seorang yang karirnya dibangun puluhan tahun.
Artikel Terkait
Menteri Supratman Tegaskan: Bergabung dengan Tentara Asing, Kewarganegaraan Otomatis Hilang
Gus Ipul Dorong Seleksi Terbuka untuk Sekolah Rakyat Jelang Ajaran Baru
Lurah dan Kepala Desa Diberi Wewenang Selesaikan Kasus Pidana Ringan
Lelah Terbayar, Prajurit Zeni Saksikan Warga Aceh Kembali Melintas