Di kesempatan yang sama, harapan serupa bahkan lebih dalam disampaikan oleh Kabasarnas, Mohammad Syafii. Dalam nada yang tenang namun penuh keyakinan, dia bicara tentang kemungkinan sebuah keajaiban.
“Kita mengharapkan ada keajaiban dan juga kita mampu menemukan seluruh korban,” katanya.
“Kepastian itu hanya milik Tuhan. Selama kita belum benar-benar menemukan, kita akan terus mengejar dalam waktu yang ada,” tegas Syafii.
Operasi di hari ketiga ini melibatkan sekitar 1.200 personel gabungan. Semuanya sudah disebar, masing-masing punya tugas jelas. “Fokus kita satu: menemukan dan mengevakuasi korban,” ucapnya.
Syafii juga memberi apresiasi tinggi pada kinerja tim. Bagaimana tidak, kurang dari 24 jam sejak pesawat hilang, lokasi jatuh dan sejumlah serpihan bangkai sudah berhasil ditemukan. Itu pencapaian yang signifikan di medan seberat ini.
“Hambatan utama ya dari cuaca dan medan. Itu yang kita hadapi bersama,” ujarnya mengakui.
Soal temuan serpihan pesawat, Syafii menyebut itu akan segera diserahkan ke KNKT untuk diteliti lebih lanjut. Begitu pula dengan korban, nantinya akan ditangani oleh Tim DVI Polri.
“Beberapa bagian pesawat sudah kita temukan. Nanti KNKT yang akan men-declare ini bagian apa dan untuk apa,” tandasnya menutup penjelasan.
Di balik kabut Bulusaraung, kerja dan harapan terus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Malut United vs PSM Makassar Berebut Angka Krusial di BRI Liga 1
Remaja di Gowa Tembus Mata Peluru Jelly, Polisi Kejar Pelaku
Rem Blong Truk Kontainer Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas
Anak Tinggalkan Adik Bayi di Gerobak Nasi Uduk, Surat Tulisan Tangan Ungkap Alasan