Rekonstruksi Penculikan Muhammad Ilham Pradipta: 57 Adegan Keterlibatan 17 Tersangka
Polda Metro Jaya telah menyelenggarakan rekonstruksi lengkap kasus penculikan yang menimpa Muhammad Ilham Pradipta, seorang kepala cabang bank berusia 37 tahun yang ditemukan tewas. Proses reka ulang ini mengungkap kronologi kejadian secara detail, mulai dari penculikan, penganiayaan, hingga pembuangan korban.
Kronologi Penculikan di Pusat Perbelanjaan Jakarta Timur
Kejadian bermula ketika korban disergap di sebuah mall di Jakarta Timur. Lima tersangka bergerak menggunakan mobil Avanza putih, sementara dua tersangka lainnya menggunakan mobil Calya yang memimpin perjalanan menuju lokasi. Dalam perjalanan, pelaku sempat berhenti untuk menutup dua digit plat nomor kendaraan menggunakan lakban hitam.
Sesampainya di lokasi, saat Ilham berjalan menuju mobilnya, Kopda Feri mengabarkan kedatangan target. Dua tersangka langsung turun dan memaksa korban masuk ke dalam Avanza. Korban sempat berontak, namun pelaku menarik kerah baju, memegang sisi tubuh, serta menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban.
Penganiayaan dan Pemindahan Korban ke Mobil Lain
Selama perjalanan, korban terus meronta hingga membuat pelaku memukul paha dan menghantam jidat korban sambil mengancam. Pelaku sempat mengatakan "Jangan melawan, kamu mau diantar balik" untuk menenangkan korban. Setelah itu, korban kembali ditekan menggunakan lutut.
Mobil Avanza kemudian bertemu dengan Fortuner hitam di daerah Kemayoran. Di sinilah terjadi pemindahan korban ke mobil baru. Tangan korban diikat dan selama proses pemindahan, korban sempat berteriak "Tolong, ini penculikan" sebelum mulutnya kembali ditutup.
Kondisi Korban Semakin Melemah dan Pembuangan
Di dalam Fortuner, kondisi Ilham semakin melemah. Korban diletakkan di bawah depan kursi tengah dalam keadaan terikat, diinjak, dan lehernya dililit handuk. Perjalanan berlanjut ke arah Cikarang dengan pergantian sopir.
Sekitar pukul 00.30 WIB, mereka tiba di lahan kosong di Kabupaten Bekasi. Pelaku melilitkan handuk ke leher korban, menyeret tubuhnya keluar mobil, lalu melemparkannya ke area semak-semak. Saat ditanya kondisi korban saat dibuang, salah satu pelaku mengaku tidak tahu apakah korban masih hidup atau sudah meninggal.
Upaya Penghilangan Jejak Pasca Kejadian
Setelah membuang korban, para pelaku menuju SPBU untuk berganti pakaian. Mereka kemudian berkumpul di sebuah kafe di kawasan Cibubur bersama beberapa tersangka lainnya. Dalam pertemuan itu, mereka membahas bahwa penculikan tidak berjalan sesuai rencana.
Di tengah obrolan, salah satu pelaku menerima telepon yang memberitahukan bahwa korban telah ditemukan meninggal dan kabarnya telah viral. Mendengar informasi tersebut, salah satu tersangka langsung mengambil dan membuang ponselnya sebagai upaya penghilangan jejak.
Rekonstruksi ini berhasil mengungkap 57 adegan keterlibatan 17 tersangka dalam kasus penculikan yang berakhir tragis ini.
Artikel Terkait
Mentan Gandeng Organisasi Muda untuk Gerakkan Program Strategis Pertanian
Ahli Keuangan Soroti Fenomena Self Reward Generasi Z di Tengah Ketidakmampuan Beli Aset
Kejagung Dukung Wacana Pembentukan Unit Penyidikan HAM di Komnas HAM
Tiga Warung Legendaris Sop Kikil di Makassar dan Resep Autentiknya