Di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis lalu, Mentan Andi Amran Sulaiman menggelar pertemuan yang cukup penting. Ruang audiensi itu dipenuhi perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Tujuannya jelas: menggandeng mereka untuk menggerakkan program-program strategis di sektor pertanian.
Hadir dalam pertemuan itu utusan dari GMNI, KAMMI, BKPRMI, hingga PII. Tak ketinggalan perwakilan dari PATANI, KOHATI, dan HMI. Mereka semua diajak bersinergi, mulai dari program Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas, sampai hilirisasi produk.
Amran sendiri bersikap blak-blakan. Menurutnya, membangun pertanian nasional mustahil maju kalau generasi muda cuma jadi penonton. “Semua ikut bantu negara,” ujarnya tegas. “Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tanpa kolaborasi, pertanian tidak akan maju.”
Ia lalu membeberkan sejumlah program prioritas. Ada pengembangan komoditas perkebunan rakyat kakao, mete, kelapa, kopi yang menelan anggaran Rp9,9 triliun untuk lahan lebih dari 800 ribu hektare. Lalu, program cetak sawah seluas 225 ribu hektare dengan dukungan dana Rp8 triliun. Angkanya besar, skalanya masif.
Namun begitu, Amran berkeras semua itu harus berjalan bersih. “Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat,” tegasnya. “Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas.”
Di sisi lain, ia juga mendorong hilirisasi. Contohnya kelapa. Selama ini diekspor mentah, harganya cuma sekitar Rp1.300 per kilogram. Padahal, kalau diolah jadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya bisa melonjak sampai Rp145.000 per kilo. “Kita tidak boleh lagi hanya ekspor bahan mentah. Kakao, mete, kelapa, semua harus dihilirisasi. Ini kesempatan emas untuk menguasai ekonomi kerakyatan,” papar Amran.
Ia punya ajakan langsung untuk kader di daerah. “Kalau ada yang punya 0,5 hektare; 1 hektare; 2 hektare; segera daftarkan. Kita gandengan tangan. Ini perjuangan bersama.”
Artikel Terkait
Standing Ovation dari Tifosi Inter untuk Bastoni di Tengah Sorotan Negatif
Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkirakan Rampung dalam Tiga Tahun
Kiper Bosnia Curi Catatan Penalti Donnarumma, Picu Kontroversi di Laga Internasional
Mahasiswa Blokade Flyover Makassar, Tuntut Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras