Hujan deras yang mengguyur Jakarta sepanjang hari Minggu kemarin benar-benar menguji ketahanan ibukota. Akibatnya, banjir pun tak terhindarkan, merendam puluhan titik di berbagai wilayah. Menurut catatan BPBD Jakarta, pukul dua siang kemarin saja sudah ada 48 RT dan 29 ruas jalan yang terendam. Itu jumlah terbanyak sepanjang hari itu.
Yang paling parah? Kelurahan Rawa Terate. Di sana, air banjir sempat mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan, sekitar 110 sentimeter.
Untungnya, seiring hujan yang mereda, genangan pun berangsur surut. Laporan terbaru BPBD pada Senin pagi menunjukkan hanya tersisa satu ruas jalan yang masih terendam: Jalan Kampung Sepatan, dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
Namun begitu, dampak dari banjir sehari sebelumnya sudah terasa luas, terutama bagi mobilitas warga. Berikut beberapa potret gangguan yang terjadi.
Perjalanan Kereta Terganggu
Operasional kereta api di Daop 1 Jakarta sempat kacau. Genangan air terpantau di beberapa titik vital, seperti emplasemen Stasiun Kampung Bandan, jalur antara Jakarta Kota dan Tanjung Priok, serta area Jakarta Gudang dan Sungai Lagoa. Hujan sejak dini hari membuat air di beberapa tempat nyaris sepuluh sentimeter di atas rel.
Menyikapi hal ini, KAI terpaksa mengambil sejumlah langkah pengamanan. Mereka memberlakukan pembatasan kecepatan, memasang semboyan peringatan, dan melakukan rekayasa perjalanan untuk Commuter Line. Baru pagi ini layanan di Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan beroperasi kembali, meski kereta masih harus melaju pelan.
Motor Masuk Tol
Pemandangan tak biasa terjadi di Jalan Tol. Karena Jalan Ahmad Yani terendam banjir, polisi akhirnya mengizinkan pengendara motor melintas di jalan tol, mulai dari Gerbang Tol Pulo Mas menuju Tanjung Priok. Video yang beredar dari akun TMC Polda Metro Jaya menunjukkan rombongan pengendara motor yang dipandu petugas melintas di jalur yang biasanya terlarang bagi mereka.
Lalu Lintas Lumpuh di Gunung Sahari
Kawasan Gunung Sahari, tepatnya di seberang WTC Mangga Dua, juga tak luput. Siang hari Minggu, air setinggi 60 cm menggenangi jalan raya. Akibatnya, arus lalu lintas benar-benar macet total. Beberapa ruas jalan ditutup karena tak bisa dilalui kendaraan apa pun. Pengendara terpaksa putar balik mencari jalan lain.
Di tengah kekacauan itu, justru muncul pemandangan lain. Anak-anak sekitar malah memanfaatkan genangan untuk bermain. Mereka berlarian, bahkan berenang-renang di tengah banjir. Tertawa lepas sambil bermain air, seolah tak ada masalah.
Banjir di sini ternyata sudah mulai sejak dini hari. Seorang warga, Anwar (49), mengaku kondisi pagi hari lebih parah.
“Tadi mah kalau subuh sampai pagi, sampai sedengkul lebih lah. Tapi setelah sudah jam segini ya reda, karena sudah disedot, dibuang airnya,” ujarnya.
Underpass Senen Ditutup
Underpass Senen di Jakarta Pusat pun tak bisa diakses. Petugas terpaksa menutup akses lalu lintas agar penanganan banjir bisa dilakukan. Pantauan di lokasi antara pukul sepuluh hingga hampir sebelas pagi menunjukkan genangan air masih setinggi mata kaki orang dewasa.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Muhammad Soleh, menjelaskan bahwa genangan mulai terlihat sejak pukul empat pagi dan makin tinggi seiring waktu.
"Setelah subuh tadi ya, udah mulai meningkat (genangan airnya). Kita koordinasi untuk tutup jalan dan dengan Damkar untuk membantu memompa air," kata Soleh.
Dia menambahkan, ketinggian air sempat mencapai 30 cm. Untuk penanganan darurat, dua unit mobil pompa didatangkan karena satu dari dua pompa tetap di lokasi ternyata rusak.
Pasukan Oranye Dikerahkan
Menghadapi masalah sampah pasca-banjir, Pemprov DKI melalui DLH mengerahkan 1.790 personel pasukan oranye. Mereka tersebar di titik-titik rawan.
“Fokus kami adalah memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, serta lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” jelas Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.
Tak hanya personel, ratusan unit armada juga disiapkan. Mulai dari truk sampah, alat berat, perahu karet, hingga toilet darurat. Peralatan kerja seperti cangkul, sapu, dan karung sampah pun disediakan dalam jumlah ribuan untuk mendukung kerja mereka.
Upaya Modifikasi Cuaca
Sebagai langkah pencegahan, BPBD DKI Jakarta bahkan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang digelar selama lima hari ini bertujuan mengurangi potensi hujan deras di atas Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menyebut pihaknya melakukan penyemaian garam di daerah perairan. Tujuannya, mengendalikan pertumbuhan awan yang mengarah ke ibukota.
"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta," ujar Isnawa.
Operasi ini dilakukan bersama BMKG dan TNI AU, dengan pesawat CASA dari Lanud Halim Perdanakusuma sebagai sarana utama.
Artikel Terkait
Bayern Munich Balas Gol Cepat Stuttgart dengan Amukan Tiga Gol
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan
Rabiot Pecah Kebuntuan, AC Milan Bungkam Verona 1-0
Mentan Ajak Wisudawan ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Hadapi Krisis Global