Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 48 RT dan 29 Ruas Jalan Terendam

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:12 WIB
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 48 RT dan 29 Ruas Jalan Terendam

Underpass Senen Ditutup

Underpass Senen di Jakarta Pusat pun tak bisa diakses. Petugas terpaksa menutup akses lalu lintas agar penanganan banjir bisa dilakukan. Pantauan di lokasi antara pukul sepuluh hingga hampir sebelas pagi menunjukkan genangan air masih setinggi mata kaki orang dewasa.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Muhammad Soleh, menjelaskan bahwa genangan mulai terlihat sejak pukul empat pagi dan makin tinggi seiring waktu.

"Setelah subuh tadi ya, udah mulai meningkat (genangan airnya). Kita koordinasi untuk tutup jalan dan dengan Damkar untuk membantu memompa air," kata Soleh.

Dia menambahkan, ketinggian air sempat mencapai 30 cm. Untuk penanganan darurat, dua unit mobil pompa didatangkan karena satu dari dua pompa tetap di lokasi ternyata rusak.

Pasukan Oranye Dikerahkan

Menghadapi masalah sampah pasca-banjir, Pemprov DKI melalui DLH mengerahkan 1.790 personel pasukan oranye. Mereka tersebar di titik-titik rawan.

“Fokus kami adalah memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, serta lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” jelas Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.

Tak hanya personel, ratusan unit armada juga disiapkan. Mulai dari truk sampah, alat berat, perahu karet, hingga toilet darurat. Peralatan kerja seperti cangkul, sapu, dan karung sampah pun disediakan dalam jumlah ribuan untuk mendukung kerja mereka.

Upaya Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah pencegahan, BPBD DKI Jakarta bahkan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang digelar selama lima hari ini bertujuan mengurangi potensi hujan deras di atas Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menyebut pihaknya melakukan penyemaian garam di daerah perairan. Tujuannya, mengendalikan pertumbuhan awan yang mengarah ke ibukota.

"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta," ujar Isnawa.

Operasi ini dilakukan bersama BMKG dan TNI AU, dengan pesawat CASA dari Lanud Halim Perdanakusuma sebagai sarana utama.


Halaman:

Komentar