IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata

- Senin, 19 Januari 2026 | 06:50 WIB
IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata

IKATSI Soroti Rencana Revitalisasi Tekstil: Dukungan dan Peringatan

JAKARTA – Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional mendapat sambutan hangat dari IKATSI, perkumpulan ahli tekstil se-Indonesia. Mereka melihat ini sebagai langkah penting, sebuah sinyal kuat dari pemerintah untuk menyelamatkan sektor padat karya yang selama ini tertekan.

Rapat yang melibatkan sejumlah menteri itu menghasilkan sebutir rencana. Di antaranya, pengetatan impor tekstil dan larangan masuknya pakaian bekas. Lalu, ada penyediaan dana sekitar Rp101 triliun lewat Danantara untuk modernisasi pabrik. Pemerintah juga berencana membentuk BUMN Tekstil baru sebagai pemain strategis, dengan target jangka panjang meningkatkan ekspor secara signifikan.

“Ini adalah angin segar bagi industri tekstil nasional,” kata Ketua Umum IKATSI, Ir. H. Shobirin F. Hamid AT., S.E. M.M, yang biasa disapa Shobirin.

Dia menambahkan, langkah ini menunjukkan kepedulian dan keberanian pemerintah turun langsung menyelamatkan sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan pada 18 Januari 2026.

Namun begitu, IKATSI tak mau gegabah. Mereka mengingatkan, suntikan dana dan pembentukan lembaga baru saja tidak cukup. Menurut Shobirin, modernisasi teknologi harus berjalan beriringan dengan perlindungan pasar domestik yang konsisten. Kebijakan pendukung lain juga harus terintegrasi.

“Suntikan dana tanpa perlindungan pasar yang kuat berisiko tidak efektif,” tegasnya.

“Mesin bisa dimodernisasi, tetapi jika pasar domestik masih dibanjiri produk impor, daya saing industri nasional tetap tertekan.”


Halaman:

Komentar