Dewan Pertahanan Nasional: Cara Prabowo Membaca Ancaman Negara Secara Modern
Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai tanggapan. Bukan sekadar lembaga baru, menurut sejumlah pengamat, langkah ini justru strategis. Tujuannya jelas: membaca ancaman terhadap negara dengan cara yang lebih modern dan komprehensif.
Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, melihat ada pesan kuat di balik penunjukan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Ketua Harian. Menurutnya, pilihan itu menunjukkan kepercayaan penuh Prabowo pada figur yang paham betul seluk-beluk pertahanan, jauh melampaui sekadar urusan militer.
Ia menjelaskan, dewan ini dirancang sebagai ruang pemikiran yang luas. Spektrum bahasannya akan mencakup banyak hal, mulai dari ancaman ideologi, politik, ekonomi, sampai budaya. Tak lupa, soal teknologi dan modernisasi alutsista juga akan masuk dalam radar mereka.
Amir menekankan satu hal. Dalam peta geopolitik global sekarang, serangan terhadap sebuah negara jarang lagi berupa invasi terbuka.
Artikel Terkait
Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Anies Baswedan Dapat Nomor Kehormatan 001
Prabowo dan Jokowi Bersatu di Pelaminan, Jadi Saksi Nikah Sekretaris Pribadi
Dosen UI Ingatkan Alarm Otoritarianisme: Menu Manipulasi dan Krisis Kepercayaan Publik
Kobaran Api di Chili Tewaskan 15 Jiwa, Presiden Boric Tetapkan Status Darurat