Upaya perbaikan sempat dilakukan, tapi hujan deras yang kembali mengguyur mempersulit keadaan. Luapan Sungai Bermi dan Sungai Meduri membuat rel terendam sekitar 23 sentimeter. Belum selesai, tanggul sungai pun jebol di titik baru pada Minggu pagi, menambah panjang daftar masalah yang harus dihadapi tim di lapangan.
Sementara itu, di Jakarta, situasinya juga tidak lebih baik. Genangan air muncul di beberapa titik vital: Stasiun Kampung Bandan, petak Jakarta Kota–Tanjung Priok, hingga emplasemen Sungai Lagoa. Ketinggian air sempat menyentuh 10 sentimeter di atas rel. Respons KAI adalah dengan membatasi kecepatan kereta, memasang semboyan peringatan, dan mengatur ulang jadwal perjalanan Commuter Line.
Angkanya cukup mencengangkan. Dari total 593 perjalanan kereta antarkota di Jawa antara Jumat hingga Minggu (16-18 Januari 2026), 82 di antaranya terpaksa dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan batal pada Jumat dan 61 pada Minggu. Tak hanya itu, 17 perjalanan lainnya harus dialihkan melalui rute memutar lewat Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo.
Keterlambatan pun tak terhindarkan. Ada 76 perjalanan yang mengalami delay, dengan rata-rata keterlambatan mencapai 4 jam. Bahkan hingga Minggu siang, 51 perjalanan yang berangkat sejak Jumat masih berada di perjalanan. Rekor keterlambatan tertinggi dipegang oleh KA Tawang Jaya (445 menit delay keberangkatan) dan KA Argo Muria yang telat nyaris 8 jam saat tiba.
Untuk angkutan barang, nasib serupa: 16 perjalanan ikut dibatalkan.
Dampaknya langsung terasa ke penumpang. Hingga pukul 08.00 WIB Minggu itu, tercatat 8.615 tiket jarak jauh yang dibatalkan oleh pelanggan. Pada layanan Commuter Line Jabodetabek, KAI juga terpaksa melakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi.
Di tengah kekacauan ini, Bobby Rasyidin kembali menyampaikan permintaan maafnya. Ia memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil bukan tanpa dasar, melainkan hasil evaluasi teknis dan kondisi riil di lapangan yang serba tak menentu.
Artikel Terkait
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya