Namun begitu, sang mempelai wanita tampil sempurna. Dengan gaun pengantin yang anggun dan tata rias yang apik, ia tetap tersenyum. Seolah-olah genangan air di sekelilingnya hanyalah bagian dekorasi tambahan yang tak terduga.
Menurut sejumlah saksi, tamu undangan pun tetap datang. Mereka rela menerjang banjir, berjalan pelan-pelan dalam air, hanya untuk memberikan ucapan selamat. Suasana akrab dan hangat tetap terasa, meski alas kaki mereka semua basah.
Acara berjalan lancar, meski dengan sedikit improvisasi. Ini membuktikan, kadang semangat dan kebahagiaan manusia jauh lebih kuat daripada rintangan alam. Sebuah perayaan yang mungkin tak akan terlupakan, baik bagi pengantin maupun para tamu yang hadir.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik