Air menggenang di mana-mana, tapi pesta tetap harus berjalan. Itulah yang terjadi di Desa Pacar, Tirto, Pekalongan, Minggu lalu. Di tengah situasi banjir yang sudah merendam kawasan itu sejak Jumat malam, sebuah resepsi pernikahan justru digelar. Tak peduli air, sukacita mereka tak bisa ditunda.
Rumah mempelai wanita menjadi lokasi hajatan. Padahal, genangan air sudah masuk ke halaman dan sekitar rumah. Rencana sudah disusun jauh hari, undangan telah disebar. Membatalkan semuanya? Rasanya bukan pilihan. Jadi, meski kondisi kurang ideal, pesta pun dimulai.
Banjirnya sendiri cukup dalam kira-kira setinggi lutut orang dewasa. Bayangkan saja, pelaminan dan tenda hajatan pun ikut terendam. Kursi-kursi tamu berdiri di atas air. Suasana jadi unik, campuran antara kemeriahan pesta dan situasi darurat.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Tersingkir di 16 Besar All England Usai Duel Sengit Tiga Gim
Syahganda Nainggolan: Hanya Soekarno dan Prabowo yang Punya Ideologi Kuat
Warga Makassar Gelar Aksi Lilin untuk Korban Penembakan Diduga Oknum Polisi
Alwi Farhan Lolos ke Perempat Final All England Usai Singkirkan Unggulan Ketujuh