Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi

- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:06 WIB
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi

Laporan dari kelompok HAM punya hitungannya sendiri. HRANA, organisasi berbasis di AS, mencatat korban tewas telah mencapai 3.308 jiwa. Mereka juga masih meninjau 4.382 kasus lainnya. Yang tak kalah menohok: lebih dari 24.000 orang dikabarkan telah ditangkap. Pejabat Iran membantah angka ini akan melonjak jauh.

Episentrum Kekerasan di Wilayah Kurdi

Jika mencari titik paling berdarah, lihatlah ke barat laut. Menurut seorang pejabat yang enggan disebut namanya, bentrokan terberat dan korban jiwa tertinggi justru terkonsentrasi di wilayah Kurdi Iran. Kawasan ini memang sudah lama jadi sarang gerakan separatis. Kekerasan di sini disebut-sebut yang paling brutal selama gelombang protes ini berlangsung.

Ada indikasi masalahnya semakin rumit. Tiga sumber terpisah memberitahu Reuters pada Rabu (14/1) bahwa kelompok bersenjata berupaya menyusup ke Iran dari Irak. Ini dianggap sebagai tanda bahwa pihak asing berpotensi memanfaatkan ketidakstabilan yang terjadi setelah berhari-hari aksi penindasan.

Laporan dari Hengaw, kelompok HAM Kurdi Iran yang berbasis di Norwegia, memperkuat narasi ini. Mereka menyatakan daerah Kurdi memang menjadi lokasi bentrokan paling sengit.

Kini, suasana terasa mereda. Menurut kesaksian sejumlah warga dan pemberitaan media pemerintah, penindakan keras yang brutal tampaknya berhasil meredam gelombang protes secara luas. Jalanan mungkin lebih sepi, tapi ketegangan masih terasa menggantung di udara.


Halaman:

Komentar