Di sisi lain, pengkhianat itu tak cuma yang terlihat di permukaan. Masih banyak yang bersembunyi di balik layar. Mereka semua perlu diingatkan: segeralah bertaubat.
Meski berselimut jubah kesalehan atau tampil sebagai orang alim, pengkhianatan tetaplah aib yang tak terbantahkan. Karena itu, jangan pernah bersikap lunak. Tidak ada kompromi untuk hal ini.
Fokus kita jangan sampai teralihkan. Jangan habiskan energi hanya untuk mengurusi para pengkhianat. Tapi arahkan tenaga untuk membenahi umat dan melawan kezaliman yang nyata. Lagi pula, pengkhianat hanya akan merugikan dirinya sendiri.
Wahai umat, teruslah bergerak. Kobarkan amar makruf nahi mungkar, lawan setiap bentuk kelaliman.
Selalu waspada. Jadikan syariah Islam sebagai pedoman utama, jangan sampai terjebak taklid buta atau mengkultuskan individu tertentu.
Niatkan perjuangan ini hanya karena Allah. Mohonlah petunjuk dan pertolongan-Nya. Terus berjuang tanpa henti.
Allahu Akbar!
Artikel Terkait
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti